6 Fakta Serial Rencana Besar: Misteri Perampokan Uang Rp17 Miliar, Adegan Demo Libatkan 1.000 Orang

Sineas Danial Rifki merilis serial 6 episode, yakni Rencana Besar. Diproduksi Falcon Pictures untuk Prime, Rencana Besar yang diangkat dari novel karya Tsugaeda.

Diterbitkan 08 Oktober 2023, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jadi, tak hanya dilihat dari fisik tapi juga “tongkrongannya.” Prisia Nasution memenuhi unsur ini. Sementara itu, Dwi Sasono memerankan Makarim. Hanggini sebagai Amanda. Chicco Kurniawan menjadi Reza. Khiva Iskak memainkan Agung dan Surya dihidupkan Arswendy.

4. Syuting 2 Bulan di Jakarta dan Sekitarnya

“Lokasi syuting utama di Museum Bank Mandiri, Kota Tua Jakarta dan sejumlah tempat di sekitar Jakarta alias Bodetabek. Total syuting dua bulanan, namun syuting days sekitar 40 hari,” Danial Rifki memaparkan. Sejak awal, ia sadar serial OTT beda dengan film bioskop.

Menonton di OTT ada banyak faktor eksternal yang berpotensi medistraksi fokus penonton. Tak seperti saat menonton di bioskop dengan ruang tertutup dan gelap. Karenanya, memasuki tahap editing, ritme cerita Rencana Besar dibuat cepat agar penonton tak bisa meleng sedikit.

 

5. Adegan Demonstrasi Bareng 700 Figuran

Memiliki pemain dan tim eksekutor dengan jam terbang tinggi memudahkan Danial Rifki selama syuting Rencana Besar. Namun semudah-mudahnya syuting, ada saja adegan yang menguras energi dan butuh persiapan ekstra. Dalam Rencana Besar, adegan demonstrasi.

“Ada adegan yang persiapannya luar biasa detail yakni demonstrasi. Melibatkan sekitar 700 figuran yang jika ditambah polisi dan kru total mencapai 1.000-an orang. Makanya untuk syuting adegan demonstrasi, kami butuh waktu 2 hari sendiri,” ia menerangkan.

 

6. Esensi Sama, Hanya Dimutakhirkan

Danial Rifki membantah isu yang menyebut Rencana Besar sebenarnya disiapkan sebagai film layar lebar namun banting setir jadi serial. Menurutnya, sejak awal Rencana Besar diformat sebagai serial. Risetnya lama karena didasari novel yang dirilis 10 tahun lalu.

“Maka kami berupaya menginikan perkembangan teknologi karena sekarang serbadigital. Sepuluh tahun lalu misalnya, BlackBerry Messenger simbol kecanggihan. Sekarang, semua mudah diakses dari medsos. Jadi, esensinya cerita sama, kemasannya dimutakhirkan,” tutup Danial Rifki.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan