Resensi Film Unicorn Wars: Tragedi Perang di Hutan Sihir, Berbalut Ramalan Ayat Dalam Kitab Suci

Setelah menonton Unicorn Wars karya sineas Alberto Vazquez, barulah publik sadar sejumlah adegan atau kontennya butuh pola pikir yang lebih dewasa.

Diperbarui 07 September 2023, 12:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Setelahnya, kita disuguhi isu rasa percaya diri saat memandangi tubuh sendiri di cermin. Ada gelambir, kerutan di wajah, konfigurasi gigi saat tersenyum lebar. Itu semua milik kita, suka atau tidak suka. Pendek kata, soal penerimaan diri.

 

Filsafat dan Romantika Hidup

Dialog-dialog yang muncul di sepanjang film ini kerap kali menyentil kulit nurani. Permusuhan beruang dan Unicorn di dalam hutan jelas membawa pesan kuat soal persaudaraan. Yang paling menohok, tentu percakapan dua generasi unicorn.

Dalam hidup, ada tua dan muda. Biasanya, yang tua akan pergi duluan. Selamanya. Yang muda, siap atau tidak siap harus melanjutkan hidup dengan “bekal” yang didapat dari generasi sebelumnya. Menarik, melihat Unicorn Wars mengulas filsafat dan romantika hidup.

 

Visual dan Konsistensi

Visual film ini terasa sangat konsisten dari segi pewarnaan hingga dimensi teknis yang digunakan. Kadang, ia terasa simpel. Dalam menit-menit lain, Unicorn Wars terasa begitu kompleks, penuh gradasi baik dari aspek penuturan maupun teknis.

Bisa dibilang, Unicorn Wars bukan film animasi pada umumnya karena isu yang diusung sangat lebar, dari ikatan keluarga inti hingga perang akbar. Perang dengan segala akibatnya, jelas tak mungkin hanya melibatkan segelintir orang atau satu keluarga.

 

Kaya Tema dan Konflik

Kekayaan tema dan konflik Unicorn Wars tak lantas menghukum penonton dalam durasi panjang atau dialog-dialog njelimet. Alberto Vazquez punya strategi sendiri untuk menjadikan karyanya ringkas, sederhana, tetap gaya dan sophisticated.

Unicorn Wars diangkat dari film pendek berdurasi 9 menit, Sangre de unicornio, karya Alberto Vazquez. Maka, kita tak perlu menyangsikan kemampuan Alberto Vazquez dalam merentang cerita karena ia tahu persis di mana denyut nadinya.

Menang Penghargaan

Meraih penghargaan Best Animated Film dalam sesi Kompetisi Internasional di CinEuphoria Awards 2023 dan Cinema Writers Circle Awards 2023 Spanyol, Unicorn Wars layak dijadikan alternatif tontonan berkat gayanya yang nyentrik.

Para pengisi suara film ini berhasil menghidupkan karakter. Lebih dari itu, suara dan intonasi mereka sukses memainkan alam fantasi penonton sepanjang durasi film. Beda dan layak diapresiasi, itulah Unicorn Wars.

 

 

Pengisi suara: Jon Goiri, Jaione Insausti, Itxaso Quintana,

Produser: Chelo Loureiro, Ivan Minambres, Nicolas Schmerkin

Sutradara: Alberto Vazquez

Penulis: Alberto Vazquez

Produksi: Abano Producions, Uniko, Unicorn Wars AIE, Autour de Minuit, Schmuby Productions

Durasi: 92 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan