Influencer Andy Sugiyanto Ulas Fenomena Pelari Pemula Ikut Lomba Lari, Apa Saja yang Mesti Disiapkan?

Influencer Andy Sugiyanto buka suara soal maraknya ajang lari di berbagai kota di Indonesia setelah status pandemi Covid-19 bergeser menjadi endemi.

Diperbarui 12 Agustus 2023, 23:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Coach Andy Sugiyanto buka suara soal maraknya ajang lari di berbagai kota di Indonesia setelah status pandemi Covid-19 bergeser menjadi endemi. Selain pencinta lari, ajang ini diikuti banyak pelari “hore” alias pemula.

Pertanyaan yang kemudian muncul, lari ini tren sesaat atau pertanda bahwa olahraga telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia? Yang juga dipertanyakan publik, apa saja yang mesti diperhatian pelari “hore” saat mengikuti lomba?

Andy Sugiyanto yang dikenal sebagai influencer sekaligus coach para selebritas Tanah Air berbagi perspektif soal fenomena lari. Pesohor dengan 13 ribuan pengikut di Instagram tersebut meminta masyarakat tak mempermasalahkan lari sebagai tren sesaat atau langgeng.

“Kita menilik positifnya. Walaupun tren, ini tetap mengacu pada benefit kesehatan. Kedua, setiap individu pasti butuh olahraga apapun bentuknya. Mungkin saat ini orang cenderung mengikuti tren. Temannya lari, dia ikut lari. Temannya bersepeda, dia ikut juga,” katanya.

 

Zee Zee Shahab, Dimas Seto

Perlahan tren akan membentuk karakter dan akhirnya menjadi gaya hidup. Yang tadinya tak pernah olahraga, kini terbiasa gara-gara melihat teman setiap minggu lari. Coach Andy Sugiyanto kemudian menyorot sejumlah selebritas yang kini keranjingan lari.

“Sebelum pandemi sampai sekarang pun saya melatih, banyak (artis). Zee Zee Shahab, Dimas Seto, dan beberapa lainnya. Sekarang pun, perusahaan bikin program CSR untuk karyawan (berolahraga lari). Saya handle beberapa perusahaan,” beri tahu Andy Sugiyanto.

Berbincang dengan Showbiz Liputan6.com, di sela acara Garmin Run Workshop with AminoVital di Jakarta, Sabtu (12/8/2023), ia mengingatkan pelari pemula pentingnya memahami kebutuhan tubuh sendiri saat hendak menekuni lari maupun ikut lomba.

“Untuk maraton persiapannya enggak gampang, baik fisik maupun mental. Saat lari jarak jauh, endurance perlu dipertahankan. Bagi pelari baru, nikmati prosesnya. Dari jarak pendek dulu agar badan kita bisa menerima dan beradaptasi dengannya,” ia mengingatkan.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Membangun Endurance

Andy Sugiyanto mengimbau, saat menekuni olahraga, jangan ikut-ikutan teman apalagi berambisi menjadi orang lain. Misalnya, ikut-ikutan teman mendaftar lomba half maraton padahal belum pernah sama sekali bertanding. Bahkan, ikut lomba lari jarak 5 km pun tak pernah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Padahal untuk pelari baru setidaknya butuh sebulan untuk membangun endurance. Bulan kedua, belajar teknik dari pace, performa, dan sebagainya. Bulan ketiga, baru fokus membuat target. Fase-fase ini mesti diperhatikan dan dipersiapkan,” tutur Andy Sugiyanto.   Belum lagi, menyoal nutrisi sampai proses recovery tubuh setelah berlatih. Mengingat, sebelum ikut lomba lari, seseorang mesti berlatih dua hingga tiga kali dalam sepekan. Karenanya, fisik maupun mental mesti dipersiapkan sebelum melangkah ke arena.  

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan