Influencer Nova Nayla Kritik Mom Shaming dan Standar MPASI di Medsos, Apa Katanya?

Influencer Nova Nayla mengingatkan para orang tua agar tak menjadikan momen mengawal tumbuh kembang anak sebagai ajang kompetisi sosial.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Konten parenting menggunung di medsos, dari Makanan Pendamping ASI atau MPASI super estetik, perlengkapan bayi seharga jutaan rupiah, hingga pamer pencapaian tumbuh kembang anak. Influencer sekaligus ibu dua anak Nova Nayla bersuara di medsos. Perempuan dengan gelar Ir. Nova Aryani, S.T., M.T., IPM. itu mengingatkan para orang tua agar tak menjadikan momen mengawal tumbuh kembang anak sebagai ajang kompetisi sosial. Karenanya orang tua diharapkan menurunkan ego seraya menikmati momen emas bersama si kecil.

Nova Nayla bukan nama baru di jagat maya. Akun Instagram terverifikasinya diikuti 100 ribuan orang. Di TikTok, Nova Nayla punya 230 ribuan pengikut. Sebagai ibu dua anak, ia aktif berbagi wawasan dan perspektif soal mom shaming hingga MPASI yang direspons para ibu.

Menurut Nova Nayla, tantangan terbesar dalam fase MPASI saat ini bukan hanya nutrisi anak, melainkan tekanan sosial yang makin kuat akibat media digital. Banyak orang tua tanpa sadar terjebak dalam perlombaan untuk terlihat sebagai ibu paling sempurna.

“Tidak sedikit ibu yang merasa dihakimi karena menu MPASI yang dibuat tak semewah orang lain, tidak menggunakan bahan premium, atau tidak terlihat sempurna seperti yang ditampilkan di medsos,” katanya dalam wawancara daring pada 26 Juni 2026. Menurut Nova Nayla, kondisi ini diperparah dengan munculnya berbagai konten parenting yang secara tidak langsung membangun standar pengasuhan kurang realistis.

 

Meras Gagal

Misalnya, menu MPASI yang disusun layaknya hidangan restoran, perlengkapan makan bayi dengan harga fantastis, hingga unggahan yang menampilkan anak selalu lahap makan dan berkembang sempurna. Padahal, realitas yang dihadapi sebagian keluarga berbeda.

“Banyak ibu akhirnya merasa gagal hanya karena tidak bisa menyajikan MPASI seperti yang tampak di medsos. Padahal tiap keluarga punya kondisi ekonomi, waktu, dan kemampuan yang berbeda,” Nova Nayla membeberkan.

 

Merasa Harus Selalu Sempurna

Ia menilai budaya pamer standar pengasuhan berlebih dapat menciptakan tekanan psikologis bagi orang tua, khususnya ibu baru yang masih beradaptasi dengan peran mereka. Alih-alih dapat edukasi, banyak ibu pulang dari medsos dengan rasa bersalah atau minder.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Sering kali para ibu merasa harus selalu sempurna. Harus membuat menu paling lengkap, estetik, atau mengikuti semua tren yang viral. Padahal yang paling penting adalah kebutuhan anak terpenuhi dan ibu tetap sehat secara mental,” Nova Nayla mengingatkan.  

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan