Resensi Film Cobweb: Bocah Korban Bullying Ngobrol Dengan Biang Petaka, Diakhiri dengan Pesta Berdarah

Cobweb adalah jawaban untuk Anda yang suka horor dengan alur gercep dan durasi ringkas. Pembabakannya sederhana dengan premis cenderung klasik.

Diperbarui 10 Agustus 2023, 22:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cobweb adalah jawaban untuk Anda yang sedang butuh hiburan, suka horor dengan alur gercep dan durasi ringkas. Pembabakannya sederhana dengan premis cenderung klasik kalau tak mau dibilang klise.

Bayangkan, dengan durasi tak sampai 90 menit, film Cobweb punya semua yang dibutuhkan pencinta horor dari tokoh yang tak terlalu banyak, jumpscare, dan ketepatan dalam menampilkan penampakan.

Babak akhir film ini pun memuaskan penonton dan punya detik-detik akhir yang membuat audiens lega sekaligus bertanya-tanya, khas genre memedi pada umumnya. Jadi, Anda tak perlu mumet karena Cobweb memang sesimpel itu.

Para bintang dalam film ini namanya memang kurang dikenal publik Indonesia. Meski demikian, mereka punya energi untuk menghidupkan kisah horor di kompeks perumahan ini. Berikut resensi film Cobweb.

 

Peter dan Suara Misteri

Peter (Woody Norman) kerap mendengar suara yang memanggil namanya dari balik dinding kamar. Mulanya, ia takut dan mengadu kepada orangtua, Carol (Lizzy Caplan) dan Mark (Antony Starr). Berkali Carol meyakinkan bahwa itu hanya ilusi dan mimpi buruk.

Suatu malam, suara itu mengajak Peter mengobrol seraya memperkenalkan diri sebagai saudara kandungnya, Sarah (Aleksandra Dragova). Kehadiran Sarah membuat Peter merasa punya teman karena di sekolah kerap dirundung. Peter curhat habis dirundung Brian (Luke Busey).

Sarah menyarankannya sesekali balas dendam kepada tukang bully tak ada salahnya. Benar saja. Pulang sekolah, Peter menghajar Brian hingga tersungkur di tangga dan patah tulang. Akibatnya, Peter di keluarkan dari sekolah. Carol dan Mark syok berat lalu menghukumnya.

Miss Divine (Cleopatra Coleman) guru pengganti di sekolah curiga karena suatu hari, Peter menggambar sketsa kamar dengan dinding hitam bertuliskan, “Help me.” Ia meyakini ada yang tak beres apalagi setelah Peter dikeluarkan dari sekolah.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Elemen Horor Generik

Cobweb memuat sejumlah elemen horor generik pada umumnya. Pertama, tentu saja suara-suara misterius yang menghantui karakter utama. Suara ini menabur sejumlah klu layaknya kepingan puzzle yang mengondisikan penonton menyusun perlahan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kedua, karakter yang dikemas sebagai tersangka. Perkara dia benaran tersangka atau pengecoh itu urusan nanti. Dalam Cobweb, telunjuk penonton akan mengarah ke ayah ibu Peter. Carol terasa ganjil dan tidak ramah. Di sisi lain, emosi Mark berkali meledak.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan