"Saya setuju saja, sih. Saya baca kan revolusi energi ini, ya benar. Tadinya yang kehidupan saya di titik terendahlah, setelah baca buku ini, 'Ngapain gue begini? Daripada gue mikirin sakit gue, masalah gue, ya lebih baik gue berkarya'. Walau enggak lewat sinetron, lewat film, tapi lewat buku ini," terang Fahmi Bo.
Disampaikan juga bahwa ia mengaku sangat termotivasi setelah membaca buku karya Ramdhani Pratama Aji itu. Bahkan ada satu bab yang dibaca di dalam buku itu yang membuatnya terngiang-ngiang dan termotivasi.
"Dengan baca buku ini, gue jadi termotivasi. Ternyata gue enggak boleh nih banyak pikiran. Jadi ada satu bab pikiranmu membunuhmu. Akhirnya ya sudah, gue semangat bikin karya ini sama Lutfi. Akhirnya gue mau melangkah lagi," ujar Fahmi Bo.
Â
Ditulis dalam Waktu Cukup Singkat
The Journey Of Fahmi Bo: Revolusi Energi ditulis dalam waktu cukup singkat, satu bulan. Namun, sebelum proses penulisan dimulai, Lutfi sendiri sudah melakukan riset begitu dalam tentang Fahmi Bo.
"Kalau untuk proses penulisan memakan waktu satu bulananlah, selama bulan puasa dan beberapa Minggu sebelum bulan puasa," ungkap Luthfi.
"Dengan ceritanya Bang Fahmi, Alhamdulillah tim juga mensupport, kemudian didukung juga oleh sahabat, alhamdulillah buku Revolusi Energi: The Journey of Fahmi Bo alhamdulillah sudah rilis," sambungnya.
Â
Kondisi Ekonomi yang Membaik
Kini, Fahmi Bo mulai bangkit kembali untuk menjalani kehidupannya yang lebih baik. Pekerjaan Fahmi Bo pun mulai berdatangan, hingga yang awalnya tinggal di kosan petakan, sekarang sudah menetap di sebuah apartemen.
"Yang jelas gue ada pekerjaan dan pemasukanlah. Dari yang tadinya gue di kosan yang kayak gitu, sekarang gue sudah hijrah dari situ. Ya gue mau mencoba melangkah yang lebih baiklah. Gue enggak mau berpikiran yang macem-macem," jelas Fahmi Bo.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4435062/original/013432400_1684655335-WhatsApp_Image_2023-05-19_at_11.23.55.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)