Resensi Film Midnight in the Switchgrass: Bruce Willis Cuma Numpang Lewat, Aktor Emile Hirsch Kerja Keras

Midnight in the Switchgrass berlatar di Pensacola, AS, pada 2004, saat isu perdagangan wanita marak. Film ini dibintangi Bruce Willis, Megan Fox, dan Emile Hirsch.

Diperbarui 03 Desember 2022, 17:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Midnight in the Switchgrass adalah film stok yang dikeluarkan pihak bioskop pekan ini. Ia berlatar di Pensacola, AS, pada 2004, ketika isu perdagangan perempuan marak di kawasan pelacuran kelas menengah ke bawah.

Film ini dibintangi Bruce Willis, Megan Fox, dan Emile Hirsch. Nama yang disebut pertama jangan lantas Anda percayai sebagai protagonis yang dapat diandalkan dalam segala situasi sulit.

Faktanya, Bruce Willis sang ikon aksi dekade 1990-an tak demikian. Berperan sebagai agen FBI Karl Helter, ia nyaris tak punya fungsi kecuali sebagai pemberi peringatan dalam konteks negatif.

Setelah menyaksikan Midnight in the Switchgrass hingga tuntas, kami sepakat ini bukan film terbaik Bruce Willis dari aspek apapun. Tak heran jika karya sineas Randall Emmett ini jadi bulan-bulanan kritikus dan pencinta film. Berikut resensi film Midnight in the Switchgrass.

Hilang Misterius

Satu per satu gadis muda hilang misterius dan ditemukan tewas mengenaskan membuat agen FBI Karl Helter (Bruce Willis) dan Rebecca Lombardo (Megan Fox) menyelidiki dengan beragam teknik. Salah satunya menjebak terduga pelaku, Calvin (Colson Baker).

Upaya ini menemui jalan buntu karena tak lama setelahnya, gadis bernama Tracey (Caitlin Carmichael) hilang. Rekaman kamera pengawas mengabarkan, kali terakhir ia tampak di SPBU, digoda sejumlah sopir truk. Seorang pria jangkung memukul si penggoda.

Tracey dan pria ini amblas. Tracey adalah saudara Heather (Sistine Stallone). Rebecca menginterogasinya demi melacak keberadaan pria jangkung ini. Di sisi lain, Bryon Crawford (Emile Hirsch) yang menahun menangani kasus hilangnya sejumlah gadis menemukan titik terang.

Mencermati rekaman kamera pengawas, ia mendapati logo truk ekspedisi yang dikemudikan si pria jangkung. Bryon Crawford mendatangi kantornya dan melacak sejumlah nama karyawan yang ditengarai beroperasi pada hari Tracey menghilang.

 

2 Titik Lemah

Titik lemah film ini justru di dua karakter yang muncul di poster. Karl Helter hadir hanya untuk menemani Rebecca sembari memberi peringatan akan bahaya yang mengintai akibat operasi ini. Peran macam ini sejatinya tak harus dipegang Bruce Willis.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kontribusinya pun justru melemahkan motivasi Rebecca yang berkomitmen membongkar salah satu pembunuhan berantai terkelam di AS. Sadar Karl tak bisa diharapkan, penonton lantas berharap pada Rebecca. Apes, agen cantik ini tidak secerdas yang dibayangkan.  

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan