CEO Promotor Konser K-Pop We All Are One Dikabarkan Bebas, Pihak Vendor Segera Memastikan

Baru-baru ini, muncul sebuah unggahan di media sosial yang menyebut Direktur Park CEO promotor konser We All Are One sedang memegang ponsel di dalam ruang tahanan.

Diperbarui 02 Desember 2022, 18:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Malah Menuding Imigrasi

Lebih jauh, warga Korea Selatan yang sedang ditahan tersebut malah menuding pihak imigrasi dan agen yang ia sebut seolah sudah menipunya serta menjalin kerja sama secara kongkalikong.

"Agen itu berkolusi dengan imigrasi, menempatkan kita dalam krisis dan bahkan melaporkan ke media. Artikel seperti gambar adalah artikel palsu yang diterbitkan tanpa pemeriksaan fakta. Kami sadar bahwa kami tidak bisa bekerja on arrival visa dan ingin mengubah visa tetapi kami hanya ditipu oleh agen yang bertanggung jawab atas visa," jelasnya.

"Melalui ini, udara murni kita tercemar untuk menjadikan teman-teman pecinta kpop di Indonesia yang merupakan bintang kpop. Bagi yang telah melihat artikel ini, silakan membentuk opini yang tidak menyenangkan berdasarkan fakta yang tertulis di atas jika anda melihat artikel yang salah seperti itu," ia memungkasi.

 

Reaksi Pihak Vendor

Ditanya soal itu, Fritz Hutapea selaku konsultan hukum PT Visi Musik Asia yang bertindak sebagai vendor konser, mengaku belum tahu soal isu bebasnya orang-orang dari pihak promotor konser We All Are One.

"Jujur, saya belum tahu-menahu soal kabar ini, dan belum ada konfirmasi apa-apa ke saya dan klien saya, PT Visi Musik Asia. Terima soal kabar mereka sekarang dibebaskan dari Dirjen Imigrasi, mungkin kalaupun hal itu benar, saya dan klien saya besok akan memastikan lagi ke pihak imigrasi tentang kabar pembebasan mereka," ujar Fritz.

"Ya terakhir saya dapat kabar Direktur Park dan beberapa WNA-nya itu pemeriksaannya sudah naik sidik," sambungnya memungkasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan