Setelah Lewat Djam Malam, Interpretasi Baru terhadap Film Legendaris Indonesia Melalui Pentas Silang Media

Pentas Setelah Lewat Djam Malam dipersembahkan oleh Garasi Performance Institute, KawanKawan Media, Direktorat Perfilman, Musik dan Media, serta IM3.

Diperbarui 03 Desember 2022, 11:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Salah satu film legendaris Indonesia, Lewat Djam Malam, akan kembali dihadirkan dengan format baru: pertunjukan teater silang-media yang mempertemukan dan mendialogkan medium film dan seni pertunjukan dalam satu panggung, dengan judul Setelah Lewat Djam Malam.

Pertunjukan yang digarap berdasarkan, dan berdialog dengan film klasik Lewat Djam Malam (1954) karya Usmar Ismail ini akan hadir pada 2-3 Desember 2022 di gedung Graha Bhakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Di bawah arahan sutradara teater Indonesia terkemuka, Yudi Ahmad Tajudin (sutradara terpilih Majalah Tempo, penerima Anugerah Seni Kemendikbud, peraih Ibsen Scholarship-Norwegia, dan Asian Cultural Council/ACC-New York Fellow), serta tim kreatif yang terdiri dari aktor dan seniman-seniman pertunjukan ternama di Indonesia.

Pentas yang berdialog antara film dan teater ini dipersembahkan produser Yulia Evina Bhara dari KawanKawan Media sebagai alternatif lain, yang berkelas, atas seni pertunjukan di Indonesia.

 

Karya Silang Media

Yudi Ahmad Tajudin, sutradara pertunjukan Setelah Lewat Djam Malam, mengungkapkan, “Kerangka estetika pertunjukan ini bukan sekedar ‘alih wahana’, yang memindah ekspresi seni dari satu wahana ke wahana lain tetapi ‘silang-media’, yang mempertemukan dan mendialogkan wahana, atau media, yang berbeda-beda sebagai satu kesatuan ekspresi."

"Sejauh ini, proses latihan yang telah dilakukan telah membuka dan menciptakan bentuk seni pertunjukan yang segar. Diharapkan penonton nanti juga bisa mendapatkan pengalaman menonton yang segar dan berbeda," ungkap Ahmad Mahendra S. Sos, Direktur Perfilman, Musik dan Media, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

"Karya silang media ini sejalan dengan program Direktorat Perfilman, Musik dan Media, oleh karenanya kami menyambut baik dan turut terlibat. Menyilangkan film dengan teater relevan dengan fenomena media yang semakin mempengaruhi kehidupan dunia hari ini," sambungnya. 

"Dan film klasik ‘Lewat Djam Malam’ yang dipilih untuk direspon ulang tidak hanya menghasilkan karya yang baru lagi tapi ada pelajaran-pelajaran tentang sejarah dan kemanusiaan serta kebangsaan yang dapat dipetik," ia melanjutkan.

 

Pentas yang Sejalan

“Sejalan dengan semangat kolaborasi yang selalu dibawa IM3 melalui Collabonation sebagai wadah bagi anak muda Indonesia menghasilkan karya-karya kolaboratif, IM3 sangat senang dan antusias mendukung karya seni pertunjukan ‘Setelah Lewat Djam Malam’," ujar Fahroni Arifin, SVP-Head of Brand Management and Strategy Indosat Ooredoo Hutchison.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Lewat karya ini, Collabonation sekaligus meneruskan komitmen selama 3 tahun terakhir untuk terus mengeksplorasi beragam disiplin seni seperti pertunjukan ‘Setelah Lewat Djam Malam’ yang turut dimainkan secara kolaboratif oleh para musisi, aktor, dan aktris lintas generasi,” sambungnya. "Kami berharap karya kolaborasi seperti ini dapat dinikmati oleh generasi muda Indonesia dan menginspirasi mereka untuk selalu membawa semangat kolaborasi dalam berkarya," ia menambahkan.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan