Gua Digital Prioritaskan Venture Builder Agar Ekosistem Teknologi Indonesia Jadi Lebih Baik

Salah satu solusi bagi perusahaan untuk tidak tertinggal di tengah disrupsi digital dengan ekosistem teknologi yang lebih baik adalah bekerja sama dengan Venture Builder.

Diperbarui 20 Oktober 2022, 21:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Membangun teknologi adalah keahlian kami, namun keberhasilan suatu bisnis teknologi bukan hanya terletak pada teknologi, pendiri yang berpengalaman atau investasi besar-besaran untuk akusisi pasar. Tapi sumber daya distribusi,” ujar CEO Gua Digital, Kailash Raghuwanshi.

“Maka dari itu pendekatan Gua Digital adalah Corporate Venture Building, di mana kami bekerjasama dengan perusahaan yang sudah sangat kokoh namun belum memiliki pengalaman mendirikan perusahaan berbasis teknologi. Kami melakukan spin-off entitas perusahaan baru dan meluncurkannya ke pasar dengan jalur distribusi yang sudah matang. Sehingga mudah untuk akusisi pasar tanpa harus bakar uang seperti startup yang didanai Venture Capital,” sambungnya.

Menghindari Salah Strategi

Mahardika Prima, Pendiri dan COO Gua Digital, melihat banyak perusahaan besar dengan sumber daya keuangan dan distribusi yang kuat, malah gagal dalam mengembangkan bisnis digital setelah menghamburkan puluhan miliar karena salah strategi.

“Di Gua Digital kami membangun teknologi yang kami analisa berhasil di negara lain, mengimplementasikannya di Indonesia, dan bekerjasama mendirikan perusahaan dengan pemain besar di industri sejenis, sehingga dapat terakselerasi dengan cepat pertumbuhannya,” ungkap Mahardika Prima.

Di Indonesia juga terdapat beberapa perusahaan Venture Builder seperti Indonusa Dwitama, perusahaan yang mendirikan Tokopedia dan telah ‘exit’ dengan return yang sangat besar pada tahun 2016 dan WGS Hub yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2020.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan