Sukses

Bendera Setengah Tiang Najwa Shihab untuk Tragedi Arema Malang, Satu Nyawa Pun Sudah Terlalu Banyak

Liputan6.com, Jakarta Najwa Shihab kibarkan bendera setengah tiang dalam unggahan di akun Instagram terverifikasi, untuk melayangkan dukacita dan doa kepada korban kerusuhan suporter sepak bola Arema yang meletus di Stadion Kanjuruhan Malang, 1 Oktober 2022, atau tragedi Arema.

Tragedi Kanjuruhan ini menewaskan 129 orang. Versi lain menyebut, korban bertambah menjadi 130 orang. Bersama foto bendera merah putih yang dikibarkan setengah tiang di sudut lapangan hijau, sang presenter merespons tragedi Kanjuruhan Malang.

Najwa Shihab mengingatkan publik bahwa satu korban tewas saja sudah terlalu banyak. “Satu nyawa pun sudah terlalu banyak, sudah amat sangat banyak. APALAGI INI,” cuit tuan rumah Mata Najwa pada Minggu (2/10/2022), pagi.

Najwa lantas menyorot pentingnya evaluasi. Kata evaluasi setelah tragedi terjadi, terkesan klise. Apalagi jika evaluasi hanya dilakukan di permukaan. Bagi Najwa Shihab, seratusan nyawa melayang di lapangan adalah tragedi di level luar biasa.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Tragedi Luar Biasa

Tidak ada evaluasi jika responsnya hanya menyalahkan dan menghukum mereka yang paling rentan, sama sekali tidak menyentuh mereka yang punya kewenangan, dan berakhir hanya dengan semata ucapan belasungkawa,” tulis Najwa Shihab.

Ratusan nyawa yang hilang ini tragedi luar biasa besar. Ini bukan lagi tragedi bagi sepakbola Indonesia, ini sudah tragedi bagi bangsa Indonesia,” putri cendikiawan Quraish Shihab menyambung. 

3 dari 4 halaman

Langkah Luar Biasa

Najwa Shihab menilai, langkah-langkah luar biasa mutlak dilakukan oleh semua otoritas tertinggi negeri ini untuk menghukum yang bersalah. Selain itu, Pemerintah Indonesia perlu merombak yang memang harus dirombak.

Saat artikel ini disusun, unggahan Najwa Shihab disukai lebih dari 430 ribu orang. Masih dalam unggahan yang sama, Najwa Shihab menolak pernyataan yang menyebut tragedi Kanjuruhan adalah tanggung jawab kita bersama. 

4 dari 4 halaman

Tanggung Jawab Bersama?

Kalimat ‘ini tanggung jawab BERSAMA’ artinya TIDAK ADA yg bertanggung jawab. Menyiratkan keinginan lepas tangan. Jadi mari kita kawal sama-sama. Tragedi ini wajib diusut tuntas,” Najwa Shihab menyambung.

Setelahnya, ia melayangkan doa dan sukacita untuk keluarga korban. “Duka saya untuk semua korban di Kanjuruhan. Hati dan perasaan saya bersama semua keluarga yang kehilangan,” pungkasnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.