Selama 25 tahun, U2 selalu membawakan lagu Sunday Bloody Sunday di setiap konsernya. Lagu yang termasuk ke dalam album War ini memperlihatkan bahwa musik bukan hanya hiburan semata, tapi lebih dari itu. Dari lagu U2 ini kita melihat bahwa musik bisa mengubah perspektif sebuah generasi, khususnya perspektif terkait dengan perang dan ketidakadilan.
3. Sex Pistols (God Save the Queen)
Lagu yang termasuk ke dalam daftar 500 kagu terbaik sepanjang masa versi Rolling Stone ini diciptakan oleh band punk terkenal, Sex Pistols. God Save the Queen menjadi salah satu daftar lagu pada album Never Mind the Bollocks, Here’s the Sex Pistols, yang dirilis pada tahun 1977.
Seperti yang bisa kita artikan dalam judulnya, lagu yang menjadi 'anekdot' dari lagu kebangsaan Inggris ini mengandung protes terhadap monarki yang berkuasa di Inggris. Pada saat band ini muncul, Inggris sedang di bawah kekuasaan Ratu Elizabeth II.Â
Ya, jiga dibedah dari lirik-lirik yang muncul dalam lagu ini, kesan tegas dan lugas dalam menentang keadaam, sangatlah terpancar. Dan ini merupakan salah satu lagu yang sangat populer ketika sebuah kekuasaan sudah hilang arah dan mendiskreditkan masyarakatnya.
4. The Who (Won’t Get Fooled Again)
Lagu yang sekali lagi buah karya dari band punk terkenal di dunia asal Inggris, The Who. Lagu yang berisi sinisme terhadap politik ini tercipta pada tahun 1971. Bisa dibilang, lagu ini layak masuk ke dalam lagu yang sangat bernuansa politis.
Won’t Get Fooled Again merupakan sebuah lagu yang beberapa bagian terkecilnya mendiskreditkan revolusi. Karena dari beberapa lirik dan maksud dari lagu ini mengungkapkan bahwa sebuah revolusi di semua aksi hanya akan mencapai hasil yang tak pernah diperkirakan. Tapi terlepas dari itu, lagu ini merupakan lagu ikonik di eranya!
5. Tracy Chapman (Talkin' About A Revolution)
Lagu yang dirilis pada tahun 1988 ini merupakan single kedua dari Tracy Chapman. Nuansa politis sangat kental dalam lagu ini. Diksi yang ada dalam lagu ini berisi pesan-pesan politis untuk rakyat miskin agar bangkit merebut hak-hak yang dirampas oleh penguasa.
Tracy Chapman sangat mengagumi Nelson Mandela. Karena itu, ia tampil di konser peringatan 40 tahun deklarasi Hak Asasi Manusia serta tampil dalam konser penghormatan untuk Nelson Mandela. Dana yang terkumpul pada konser tersebut pun disalurkan untuk perjuangan anti-apartheid di Afrika Selatan.
Talkin' About A Revolution merupakan salah satu lagu untuk melawan ketidakadilan dan penindasan yang populer di dunia. Pesan yang ingin disampaikan jelas, bahwa revolusi bisa membuat perubahan untuk masyarakat.
Nah, dari kelima lagu di atas, lagu apa saja yang sudah kamu dengarkan? Dan apa ketika mendengarkan lagu tersebut jiwa aktivisme kamu bergelora? Dan buat kamu yang belum mendengar kelima lagu di atas, bisa dicari di platform streaming musik kesukaan kalian ya!
Â
(*)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4159140/original/092278600_1663226218-shutterstock_1993280273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1375951/original/021901800_1476686350-Bob_Dylan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1386040/original/050889500_1477479689-u2.jpg)