6 Fakta Lagu Balon Udara Soundtrack Miracle In Cell No. 7, Karya Ade Omar Dibuat Hanya Dalam 1 Jam

Film Miracle In Cell No. 7 versi Indonesia karya sineas Hanung Bramantyo merilis soundtrack kedua, yakni "Balon Udara" ciptaan musisi Ade Omar.

Diterbitkan 28 Agustus 2022, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setelah memperkenalkan “Andaikan Kau Datang” dari Andmesh Kamaleng sebagai soundtrack, film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia merilis lagu tema lain yakni “Balon Udara.”

Tembang karya Ade Omar ini dinyanyikan keroyokan oleh para pemain antara lain Vino G. Bastian, Mawar de Jongh, Graciella Abigail, Bryan Domani, hingga aktor senior Indro Warkop.

Ade Omar, penulis lagu ini sebenarnya bukan nama baru di belantika musik Indonesia. Ia pernah merilis single “Salam Rindu” pada 2019 dan kini ngantor di rumah produksi Falcon Pictures.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com akhir pekan ini menghimpun 6 fakta dari balik layar “Balon Udara,” lagu tema film Miracle In Cell No. 7 karya sutradara Hanung Bramantyo.

 

1. Benda-benda Dalam Adegan

Dalam sesi wawancara khusus, Ade Omar mengaku diminta Falcon Pictures menulis lagu tema Miracle in Cell No. 7 pada Juni 2022. Ia pun berkesempatan menonton filmnya secara utuh lebih dulu.

“Prosesnya tuh, saya menonton filmnya sambil cari bahan. Saya mencermati adegan demi adegan dan mencatat benda-benda yang tampak di layar. Yang dibutuhkan saat itu lagu dengan nuansa ceria,” kenang Ade Omar.

 

2. Satu Jam Jadi

Setelah mencatat sejumlah benda menarik di adegan, ia membuat deskripsi dan merangkai kata-kata menjadi lirik kaya makna. Proses penulisan lagu rupanya tak butuh waktu lama.

“Lagu kasarnya saya bikin hanya satu jam. Termasuk lirik dan melodi. Kemudian disempurnakan lagi saat bikin demo dan aransemen musik final. Hasil akhirnya luar biasa bagus, sementara awalnya saya bikin lagu ini hanya berbekal petikan gitar,” ia menyambung.

 

3. Merangkap Backing Vocal

Tak hanya menulis, Ade Omar merangkap backing vocal selama proses merekam lagu. Musisi kelahiran Baturaja, Sumatra Selatan, 5 Januari 1983 menyebut ini bukan kali pertama mengerjakan proyek soundtrack film.

“Sebelumnya, saya menggarap soundtrack film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 dari novel karya Hanum Rais. Saya bikin lagu tema judulnya ‘Bulan Terbelah,’” ia membeberkan.

 

4. Tantangan Bikin Soundtrack

Pertanyaan yang kemudian muncul, lebih mudah bikin lagu bebas atau soundtrack film? Ade Omar bilang, dalam membuat lagu bebas ia mengeksplorasi peristiwa, pengalaman pribadi, atau mencermati kejadian yang dialami orang sekitar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Kalau bikin soundtrack film yang diadaptasi dari novel, saya baca dulu novelnya. Kalau dari adaptasi film lain kayak Miracle in Cell No. 7, saya tonton dulu secara keseluruhan. Baik bikin lagu asli atau soundtrack punya tantangan masing-masing,” ulas Ade Omar.  

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan