Lembaga Sensor Film Gandeng Pengusaha Bioskop, Kampanyekan Budaya Sensor Mandiri

LSF bersama Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 27 Juli 2022 sepakat untuk bersama membangun kesadaran masyarakat dalam memilah dan memilih tontonan.

Diterbitkan 27 Juli 2022, 17:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berbagai Upaya

Pihak pengelola bioskop pun sudah melakukan berbagai cara untuk memberikan informasi terkait film dan penggolongan usia penontonnya melalui berbagai media. Sebut saja dengan menayangkan telop, yaitu tayangan singkat yang berisi informasi mengenal film seperti judul, durasi, nomor Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dan tentu saja peruntukkan usianya.

Tidak hanya itu, petugas ground yang bertugas baik dari pembelian karcis hingga masuk studio pun kerap mengingatkan dan mengimbau penonton untuk tidak membawa anak di bawah umur saat menonton. Pada layar di loket pembelian karcis juga pihak pengelola bioskop sudah mencantumkan usia peruntukkan film sebagai informasi bagi penonton yang akan membeli tiket dalam memilih tontonan mereka.

"Bioskop menayangkan film sesuai ketentuan dari LSF, permasalahannya sekarang, ketika ditegur orangtuanya marah, memaksakan ke dalam, di dalam muncul masalah lagi, anaknya nangis dsb kami memaklumi itu. Kami tidak ada kewenangan untuk menindak anak di bawah umur masuk bioskop. Itu yang saya rasa harus bisa kita atasi bersama lewat gerakan Budaya Sensor Mandiri," kata Djonny Syafruddin.

 

Komitmen

Tidak berhenti sampai disitu, LSF dan GPBSI memiliki komitmen untuk berkolaborasi dalam meningkatkan literasi kepada penonton agar lebih bijak dalam memilah dan memilih tontonan. Beberapa hal yang akan dilakukan adalah membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait film yang akan tayang atau akan ditonton melalui Panduan Film LSF.

Panduan Film LSF ini dapat diakses di laman LSF www.lsf.go.id, media sosial LSF, dan dapat diperoleh secara langsung buku Panduan Film LSF di beberapa gedung bioskop. Tidak hanya itu LSF juga berencana menempatkan beberapa media publikasi dan informasi di beberapa gedung bioskop seperti banner dan sejenisnya sebagai sumber informasi dan edukasi terkait dengan Budaya Sensor Mandiri.

"Hal ini sudah direncanakan pada pertemuan antara LSF dan GPBSI sebelumnya dan sedang dalam tahap persiapan untuk kami kembangkan. Pada saat launching nanti tentu kami akan turut menyertakan rekan-rekan media." Ujar Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan