Sukses

KKN di Desa Penari Raih 8 Juta Penonton, Diramal Libas Pencapaian Avengers Infinity War di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta KKN di Desa Penari dikabarkan telah merangkul total 8 juta penonton. Film yang dibintangi Adinda Thomas dan Tissa Biani ini memperbesar selisih jumlah penonton dengan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! yang “hanya” meraih 6,8 jutaan.

Berbincang dengan Showbiz Liputan6.com lewat telepon, Selasa (24/5/2022) malam, sineas Awi Suryadi membenarkan bahwa film KKN di Desa Penari telah menyentuh level 8 juta penonton.

“Benar (sudah 8 juta penonton),”  jawabnya ringkas. Terkait makna angka 8 juta, sutradara Danur: I Can See Ghosts bilang, “Kebetulan 8 adalah angka favoritr saya.”

Meski laju jumlah penonton harian tak sebesar minggu lalu, namun KKN di Desa Penari diprediksi akan melampaui jumlah penonton Avengers Infinity War hari ini, Rabu (25/5/2022).

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 4 halaman

Paling Lambat Besok

Paling lambat besok KKN di Desa Penari akan melewati jumlah penonton Avengers: Infinity War di Indonesia. Selamat!” cuit akun Twitter pemerhati film @bicaraboxoffice, 24 Mei 2022.

Minggu (22/5/2022), KKN di Desa Penari telah sampai di 7,9 jutaan penonton. Mudah saja bagi film ini untuk menyentuh level 8 juta meski pada hari kerja, jumlah penonton harian cenderung susut.

3 dari 4 halaman

Jadi Tuan Rumah

Awi Suryadi optimistis KKN di Desa Penari bisa menggulingkan dominasi Avengers Infinity War yang meraih 8,1 jutaan penonton dari peredarannya di Indonesia pada 2018.

“Sangat membanggakan. Film nasional menjadi tuan rumah di negara sendiri!” ungkapnya seraya menambahkan, “(Untuk mencapai 9 juta penonton) kemungkinannya ada walau tidak besar.”

 

4 dari 4 halaman

Barat dan Lokal

Terpisah, produser MD Pictures, Manoj Punjabi merespons pencapaian ini dengan berharap ke depan, film Indonesia makin percaya diri bersaing dengan produk impor. Ini akan makin sering terjadi jika cerita, kualitas, dan production value film lokal terus digenjot.

“Film Barat sudah menentukan tanggal rilisnya. Saya pengin apa tahu enggak kelak, ini ada film Indonesia mudah-mudahan film Baratnya yang mundur. Kenapa harus film Indonesia yang mengalah terus?” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

“Semua bilang: Lo masuk di minggu Lebaran bakal rugi, bakal dimakan Doctor Strange 2, mentok. Sekarang jadi penonton terbanyak. Jadi kan bisa. Itulah mindset, kita yakin. Saya berterima kasih kepada semuanya,” pungkas Manoj Punjabi.