Resensi Film Cinta Subuh: Perjalanan Mencari Jodoh Dalam Islam, Bertabur Komedi dan Bikin Baper

Cinta Subuh mempertemukan Dinda Hauw, Rey Mbayang, dan Roger Danuarta. Tayang di bioskop mulai 19 Mei 2022, berikut resensi film Cinta Subuh.

Diterbitkan 20 Mei 2022, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dialog-dialog yang disampaikan tokohnya pun dalam banyak bagian terkesan preachy dari perkara pacaran lebih banyak mudaratnya, wanita dengan baju tertentu lebih cantik dari kacamata seorang tokoh, dan lain-lain.

Pernyataan sikap dalam dialog dan perwatakan mungkin tak membuat penonton nyaman 100 persen. Namun, film bagaikan matahari yang bisa dipandang dari berbagai tempat tergantung di mana Anda berdiri.

Sisi Indah Lainnya

Memasuki pertengahan film, kami memutuskan melihat dari kacamata berbeda dan barulah terasa sisi indah lainnya. Pertama, fokus ke momen-momen manis Ratih dan Angga. Dari adegan mata kelilipan, sesuatu di pundak Ratih yang ternyata bohongan, hingga perkara ojol. So sweet.

Kedua, Cinta Subuh punya beberapa karaker pendukung dengan pesan lebih universal. Dodi misalnya, dihidupkan dengan sederhana oleh Syakir Daulay. Interaksinya dengan Adiba Khanza di bengkel dan ketulusannya dalam melamar sangat menyentuh.

Karakter lain yang menojol adalah Arya, laki-laki idaman kaum hawa namun latar keluarga membuatnya tak 100 persen sempurna. Perjalanannya mencari jodoh tidak segampil Ghani (Kemal Pahlevi).

Keaktoran Roger

Ada satu adegan yang bagi kami, keaktoran Roger terasa nyata dan ini jarang ditampilkannya. Yakni berlatar suasana kampus, saat Arya memotret Ratih sekeluarga setelah wisuda.

Memergoki Ratih melirik ke arah Angga, Roger mengeksekusi adegan ini lewat perubahan air muka dan sorot mata yang dalam. Lewat transisi emosi ini, sang aktor mengirim pesan soal apa yang dirasakan Arya kepada penonton.

Tanpa kata. Namun kita tahu kekecewaannya. Cerita samping yang disajikan Cinta Subuh khususnya segmen Dodi semenarik plot utama. Indra Gunawan memolesnya menjadi kesatuan yang utuh dan berhasil menghindari ending klise.

Tipe Film Yang Lovable

Keunggulan lain, lagu tema alias soundtrack yang membuat adegan-adegan sederhana Cinta Subuh terasa lebih bernyawa dan “tebal.” Lirik yang dilantun segaris dengan gambar bergerak yang tersaji di layar.

Ada banyak tema yang bisa digali dari topik keagamaan. Cinta dan perjodohan mudah disukai. Ke depan kami berharap ada topik lain yang bisa dikemas semenarik tema “Kapan nikah?” Cinta Subuh simpel, ringan, bikin baper sekaligus memantik tawa dalam sejumlah adegan. Ini tipe film yang lovable.

 

 

Pemain: Dinda Hauw, Roger Danuarta, Rey Mbayang, Dhini Aminarti, Dimas Seto, Syakir Daulay, Cut Mini, Yoriko Angeline

Produser: Frederica

Sutradara: Indra Gunawan

Penulis: Ali Farighi

Produksi: Falcon Pictures

Durasi: 112 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan