Film Pesantren Roadshow Keliling Jawa, Ceritakan Kehidupan Sehari-Hari Para Santri

Film Pesantren disutradarai dan diproduseri oleh Shalahuddin Siregar.

Diperbarui 02 April 2022, 17:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Cerita Film

Melalui film ini penonton disuguhkan hal- hal yang sering dipertentangkan dalam masyarakat; keberagaman, hak asasi manusia, kepemimpinan perempuan, musik dan perlunya humor dalam menyebarkan ajaran Islam. Sejak islamofobia menjadi sentimen global, pandangan negatif tentang pesantren ikut menyebar luas.

Film ini akan menceritakan sebaliknya, dimana pesantren justru tempat kita mengajarkan anak-anak membuka pikiran terhadap perkembangan zaman, kemajuan teknologi, namun sekaligus meneguhkan keyakinan terhadap kebenaran agama.

Shalahuddin Siregar, Sutradara dan Produser, mengatakan dia membuat film ini karena terganggu dengan stigma negatif yang diberikan pada Pesantren sebagai tempat yang kolot dan tidak berkembang, bahkan tempat teroris diajarkan. Dia membuat film ini untuk publik agar mengenal lebih dalam mengenai kehidupan di dalam Pesantren berjalan sehari-hari.

"Harus disaksikan cerita dalam film ini. Agar kita lebih dalam lagi mengenal kehidupan di Pesantren dalam kegiatan sehari-harinya. Ramadan ini kita putar di 10 Pesantren yang sudah kita tentukan bersama,” kata pria yang akrab disapa Udin ini.

 

Festival Internasional

Film diputar pertama kali untuk publik di IDFA (International Documentary Film Festival) di Amsterdam pada November 2019. IDFA adalah festival film dokumenter terbesar dan paling bergensi di dunia. Film ini disambut dengan antusias, terbukti dengan tiket yang terjual habis untuk dua pemutaran pertama. Film ini juga akan diputar serentak di bioskop XXI mulai tanggal 26 Mei 2022 di kota-kota besar dengan layar terbatas.

“Kita bisa belajar banyak dari guru-guru maupun pelajar dalam film ini, apapun kepercayaan atau identitas kita. Buat saya sendiri, film ini membuat saya merasa lebih punya harapan tentang dunia,” kata Sarah Dawson, Juri Program IDFA.

“Film ini berhasil menjungkirbalikkan stigma negatif yang melekat pada Pesantren,” ungkap Savic Ali, Ketua PBNU.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan