Sukses

Kondisi Terkini Lisa Blackpink Setelah Positif Covid-19

Liputan6.com, Seoul - Kabar bahwa Lisa Blackpink positif Covid-19 membuat para penggemarnya, Blink, khawatir. Tak hanya mengenai kondisi Lisa, tapi juga ketiga anggota Blackpink lainnya.

Namun ada satu kabar yang membuat lega, yakni hasil tes Rose, Jisoo, dan Jennie yang dinyatakan negatif.

"Sesuai dengan hasil tes RT-PCR terkini, Jisoo, Rose, dan Jennie Blackpink menerima hasil negatif yang terkonfirmasi," begitu pernyataan agensi grup ini, YG Entertainment, diwartakan Soompi, Kamis (25/11/2021) pagi.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Kondisi Kesehatan Lisa

Pihak agensi juga mengungkap kondisi Lisa dan situasi saat idol K-Pop asal Thailand tersebut menerima kabar mengenai diagnosisnya. 

"Lisa mendapat informasi tentang diagnosisnya yang telah terkonfirmasi pada 24 November, sebelum membuat konten video. Kondisi kesehatan Lisa dala keadaan baik, dan dia tak memperlihatkan gejala khusus," kata pihak agensi. 

 

3 dari 5 halaman

Cegah Penyebaran Covid-19

"Kami mendoakan Lisa sembuh dengan cepat, dan kami akan terus bekerja sama dengan petugas kesehatan yang berwenang dalam investigasi epidemologi, dan melakukan semua cara yang bisa diambil untuk encegah penyebaran Covid-19," kata mereka. 

4 dari 5 halaman

Rose Dikabarkan Membatalkan Agenda

Sebelum diagnosis mengenai Lisa Blackpink diumumkan, media Korea sempat memberitakan bahwa Rose membatalkan kehadirannya dalam acara yang akan digelar hari ini. Dilansir dari Koreaboo, media Korea Star News mengabarkan Rose melakukan kontak dekat dengan orang yang ternyata positif Covid-19. Namun tak disebutkan siapa sosok tersebut. 

Dalam pernyatannya kemudian, YG menekankan bahwa ketiga anggota Blackpink selain Lisa belum ditetapkan sebagai kontak dekat terkait Covid-19. 

5 dari 5 halaman

Kasus Covid-19 Naik Tajam

Kasus Covid-19 di Korea Selatan belakangan memang kembali naik. Diwartakan AP, angkanya bahkan mencapai lebih dari 4 ribu kasus dalam sehari pada Rabu minggu ini, yang pertama kalinya sejak pandemi bermula.

Hal ini berawal dari penyebaran COVID-19 yang didorong oleh varian baru, Delta, dan setelah melonggarkan social distancing dalam beberapa pekan terakhir untuk meningkatkan ekonominya.