Libatkan Bintang Muda, Web Series My Ghost Friend Siap Sajikan Nuansa Horor Baru

Web Series My Ghost Friend mengangkat kisah pertemanan anak sekolah dengan hantu.

Diterbitkan 13 Oktober 2021, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dari sejumlah artis milenial pemeran Web Series My Ghost Friend, yang cukup menyita perhatian adalah tampilnya kakak-beradik, Rizal Biladina dan Iqi Rabbani.

Kendati mereka adalah putra dari Rofiq Ashari, secara akting keduanya sudah sangat total. Hal ini dikarenakan keduanya ingin menjadi pemain film atas keinginan sendiri dan bukan perintah atau desakan sang ayah.

"Aku main di film ini karena kemauan sendiri bukan karena ayah produser disini. Ini bisa ditanya sama sutradara bagaimana aktingku di web series ini, apakah sudah bagus atau belum," ujar Rizal, panggilan Abu Rizal Biladina yang diamini sang adik, Muhammad Shidqi Rabbani atau biasa dipanggil Iqi.

Bertolak Belakang dengan Kepribadian

Sedangkan, penyanyi Sella Selly yang juga artis milenial mengaku sangat menghayati perannya di film bergenre horor ini.

Kendati latar belakangnya seorang penyanyi, Sella Selly mengaku harus tetap profesional menghayati peran yang didapatnya dari produser atau sutradara.

Hal senada diungkapkan dua artis pemeran My Ghost Friend, Cintaling dan Kevin. Kendati peran yang mereka dapati bertolak belakang dengan kepribadian, masig-masing mengaku harus total berakting sebagai antagonis.

Lantas seperti apakah cerita di Web Series "My Ghost Friend" ini? Nantikan penayangannya dalam waktu dekat ini.

Genre yang Digandrungi

Seperti kita tahu, film horor selalu mendapat tempat di hati pemirsa. Seseram apapun hantunya, orang Indonesia tetap penasaran untuk menontonnya.

Dari tahun ke tahun, para sineas serta mereka yang bekerja di bidang ini, selalu memperbaharui tingkat keseraman mahluk halus "rekayasa" mereka, baik dari segi tema ceritanya, suara latarnya, hingga tampilan makhluk halus.

Di zaman sekarang yang sudah serba digital, tema cerita film horor menyesuaikan kondisi, sehingga banyak bermunculan cerita hantu "kekinian". Film horor saat sekarang ini tidak melulu menempatkan hantu di kuburan, di rumah kosong, bahkan di tempat angker sekalipun.

Pengisahan hantu di era digital saat ini, sepertinya agak lebih luwes dan tak kaku. Sejumlah kreator film bahkan tetap serius memunculkan hantu di karya sinematografi mereka, kendati itu terkesan tak masuk akal.

Seperti munculnya hantu di sekolah. Ini memang sudah beberapa kali ada di judul-judul film horor Indonesia. Namun benang merah dari cerita hantu di sekolah-sekolah itu tetap pada porsi menakut-nakuti para siswa, yang ujungnya kematian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Hernowo Anggie, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan