Sinopsis Love is a Story Episode 5: Ketika Hutan Rindang Menukar Dua Jiwa

Simak sinopsis Vidio Original Series episode 5 yang tayang hari ini. Tubuh Damar dan Tristan tertukar satu sama lain ketika mereka berada di gua tempat mereka berkemah.

Diterbitkan 29 September 2021, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Hari Rabu (29/9/2021) tiba, saatnya untuk Anda menyaksikan episode terbaru Vidio Original Series Love is a Story. Kelanjutan cerita Gendis (Amanda Rawles), Damar (Chicco Kurniawan), Tristan (Jerome Kurnia), dan Jelita (Rebecca Klopper) kembali dengan warna baru.

Pada episode Love is a Story sebelumnya, sekolah empat remaja ini mengadakan darmawisata ke Alas Kliwon. Di sana, para murid berkemah selama beberapa hari dalam rangka pengambilan nilai salah satu mata pelajaran.

Di hari pertama kemah musim panas di mulai, Tristan sudah kembali berulah. Ia mencari perhatian Jelita dengan cara bernyanyi sambil bermain gitar di depan api unggun. Tingkahnya ini membuat Jelita terkesan. Sayangnya, Gendis sahabat Jelita tidak suka dengan hal itu.

Apakah dengan adanya kemah musim panas ini membuat Tristan bisa lebih dekat dengan Jelita dan memenangkan cintanya? Simak sinopsis singkat Love is a Story episode 5 berikut ini.

Pertolongan Gendis

Baru semalam murid sekolah Nusa Bangsa tiba di Alas Kliwon, mereka sudah memberikan ceritanya masing-masing. Banyak murid yang memanfaatkan acara kemah ini sebagai ajang pendekatan dengan sang pujaan hati mereka.

Bukan sampai di situ saja, beberapa murid yang tidak bertanggung jawab juga mengambil kesempatan ini untuk berbuat hal yang tidak-tidak. Contoh saja komplotan berisikan tiga murid yang senang membully Damar.

Ketika malam tiba, mereka semua menjadikan Damar sebagai sasaran empuk kejahilan mereka. Mereka bertiga menakut-nakuti Damar dengan menyamar sebagai makhluk halus. Ada yang berpakaian serba putih hingga memakai topeng berwajah menyeramkan.

Untungnya, di saat yang tepat, lagi-lagi Gendis datang untuk membantunya lepas dari perbuatan mereka bertiga. Sebagai ucapan terima kasih, Gendis dijanjikan sebuah bantuan untuk beberapa keperluan di panti asuhan tempatnya tinggal.

Mencari Teka-Teki

Pada malam yang sama, semua murid dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka ditugaskan untuk memecahkan masalah. Masing-masing kelompok memiliki ketua dan anggotanya sendiri. Damar, Tristan, Jelita, dan Gendis pun dipersatukan oleh pembina mereka.

Karena sudah terbukti kinerjanya, Gendis pun dipilih oleh pembina untuk menjadi ketua. Mendengar hal ini, Tristan tidak terima. Ia pun mengeluarkan kata-kata yang memaki Gendis di hadapan murid lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Tristan yang kesal langsung meninggalkan barisan. Ia pergi tak tentu arah. Melihat hal ini, kelompok yang membully Damar merencanakan sesuatu yang tidak baik. Di hutan yang gelap, tiba-tiba ada seseorang yang memukul Tristan yang membuatnya jatuh tersungkur.

Halaman
Show All
Isyhari Maheswar, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan