Sukses

Sumpah Serapah Nikita Mirzani, Karantina di Hotel Bintang 5 Harga Rp 22 Juta tapi Merasa Diperlakukan Kayak Tahanan

Liputan6.com, Jakarta Nikita Mirzani menjalani karantina di salah satu hotel bintang lima di seputar Jakarta, setelah pulang pelesir dari Turki. Tiba di hotel, bintang film Nenek Gayung menjalani swab test dan hasilnya negatif.

Dari sinilah masalah muncul. Sang aktris menilai, perlakuan pihak hotel tak menyenangkan. Itu terasa sejak kali pertama tiba di hotel. Harga sewa yang semula 17 juta berubah menjadi 22 juta rupiah.

Ntar lagi kalau gemas gue mention namanya. Gue suka kalau ributnya sama yang begini-begini nih. Baru tahu gue ternyata hotel mewah bintang lika yang menyediakan jasa karantina itu diperlakukan seperti tahanan,” cetus pelantun “Nikita Geng.”

2 dari 5 halaman

Cepat Pailit

Mudah-mudahan cepat pailit ya itu hotel, terus semua karyawannya semua kena Covid yang bergejala parah. Harga hotel ketika di bandara 17 juta lalu sampai hotel tiba-tiba naik jadi 22 juta pada ma** aja lo deh mendingan,” Nikita Mirzani menyambung.

Sumpah serapah ini disemburkan Nikita Mirzani lewat unggahan berseri di Instagram Stories, Selasa (20/7/2021). Selain harga, makanan pun tak enak. Ia tak diizinkan menghirup udara di luar kamar dan harus cuci piring sendiri. Bahkan, ia tak boleh pesan makanan dari luar. 

3 dari 5 halaman

Menyumpahi

Kalau enggak boleh go**od kalian masak yang enak sesuai sama harga hotel yang sudah dibayarkan. Yang kalian kasih makan itu manusia bukan sejenis jin atau hewan,” omel bintang sinetron Jodoh Wasiat Bapak.

Saking gemas, Nikita Mirzani menyumpahi pemilik hotel hingga karyawan level staf yang menurutnya judes, terpapar virus Corona. Umpatan terlontar di status teks yang ditulis ibu tiga anak itu.

4 dari 5 halaman

Satu Lagi, Ya

Satu lagi yah, untuk para hotel bintang lima yang sudah enggak laku lagi di Jakarta ini gara-gara Covid, kalian mau meres orang yang sedang karantina apa gimana?” Nikita Mirzani mempertanyakan.

Masa enggak bisa pesan makanan dari luar, harus makan di hotel yang harganya mahal plus enggak enak? Sehari 3 kali lo kali sendiri itu harganya selama 8 hari. Be***ah kalian semua,” ketusnya.

5 dari 5 halaman

Layaknya Manusia

Dalam unggahan yang lain, Nikita Mirzani mengingatkan, boleh saja cari untung dari layanan jasa karantina. Namun, konsumen harus diperlakukan dengan manusiawi. Layanan hotel di tengah pandemi mestinya mengedepankan empati.

Kalian cari keuntungan tapi perlakukanlah mereka layaknya manusia. Bukan saya enggak tahu ada kok orang yang enggak dikarantina gara-gara dia bekerja di bagian pemerintahan. Tapi giliran rakyat biasa kalian suruh karantina sampai 8 hari negara macam apa ini semua enggak ada yang fair?” pungkasnya.