Sandiaga Uno Dukung Pemulihan Industri Film Nasional Di Tengah Pandemi, Pemutaran Tjoet Nja' Dhien di Bioskop Jadi Momentum

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno akan mendukung industri perfilman nasional agar bisa bangkit dan menciptakan lapangan kerja.

Diperbarui 30 Mei 2021, 21:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ia menyebutkan bahwa tahun 2019 merupakan masa keemasan film nasional Indonesia. Lebih dari 50 juta orang memenuhi bioskop, tapi pandemi memukul pada 2020. Untuk memulihkannya, ada tiga program yang dilakukan oleh pemerintah.

"Dukungan PEN untuk industri film yakni kampanye promosi film, meningkatkan jumlah penonton dengan buy one get one. Stimulus produksi film dengan seleksi dari dewan film dan kurator. Sehingga suplainya bisa bersaing dengan film luar negeri," kata Sandiaga Uno.

"Agar di situasi berat seperti ini dapat memproduksi film berkualitas yang mengangkat value ke-Indonesia-an. Memiliki nilai-nilai persatuan dan keberagaman. Dengan kekuatan kita bersama, kita akan pulih," tandas Sandiaga Uno.

Kenangan Eros Djarot di Film Tjoet Nja' Dhien

Di sisi lain, sutradara yang memproduksi film Tjoet Nja' Dhien, Eros Djarot, menyebutkan bahwa film tersebut merupakan produksi tim bersama Masyarakat Aceh.

"Karena tanpa dukungan mereka tidak akan ada film Tjoet Nja' Dhien. Bahkan sampai sembilan yang sudah almarhum. Kita panjatkan doa untuk Ibrahim Kadir penyair, Rosian Anwar, Rudi Wowor, dan yang lainnya," kata Eros Djarot.

Ia mengungkapkan bahwa selama 18 bulan riset film Tjoet Nja' Dhien, ada sebanyak 120-an buku yang menjadi sumber. Esensi ada tujuh buku, dan ada tiga buku yang wajib dibaca.

"Research paling penting dalam memproduksi film. Saya saat melempar skenario dibaca terlebih dahulu oleh 25 tokoh. Kami harap intelektual diskursus dihidupkan kembali dalam memproduksi film sejarah dengan melibatkan masyarakat. Kami juga berharap pihak bioskop dapat memberikan porsi layarnya untuk perfilman nasional," tambah Eros Djarot.

 

Pantun dari Sandiaga Uno

Menariknya, Sandiaga Uno sempat membuka pernyataannya dengan mengucapkan pantun terlebih dahulu.

"Sarapan pagi menunya ketupat laksa. Biar lengkap kue rangi yang jadi kudapannya. Mari kita sukseskan film nasional Indonesia. Agar industri kreatif makin berjaya," ucapnya.

"Pergi ke Plaza Senayan membeli makan. Makanannya enak sayang kalau dilewatkan. Industri perfilman nasional waktunya kita majukan. Tapi Protokol Kesehatan harus diutamakan," ia melanjutkan sebelum menyampaikan pernyataan di atas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan