Sukses

Nostalgia Najwa Shihab soal Kue Lebaran, Tragedi Biskuit Gem Rose Botak

Liputan6.com, Jakarta Mendekati Lebaran, Najwa Shihab mengajak warganet untuk berbagi cerita tentang penganan khas hari raya. Sebagai yang yang mengajak, sang jurnalis memilih untuk melempar cerita lebih dulu.

Salah satu cerita yang ia sampaikan adalah biskuit gem rose. Ini adalah biskuit budar dengan bentuk kecil, yang bagian atasnya dihias adonan gula warna-warni, dan kerap disajikan kala Idul Fitri.

"Ingat Lebaran, saya selalu ingat makanan satu ini. Belakangan baru tahu namanya biskuit Gem Rose (betul enggak ya?). Ada juga yang menyebutnya kue kembang, kue kukis monas, kue gula warna-warni, kue kancing. Saya malah tadinya mengira namanya kue mahkota (ngarang, maaf ~)," tulis putri Quraish Shihab tersebut.

2 dari 5 halaman

Save the Best for the Last

Najwa Shihab bercerita, bahwa biskuit mini dengan hiasan warna-warni ini jadi salah satu yang laris di kalangan anak-anak.

"Saya masih hafal betul cara makannya: lahap biskuitnya dahulu, baru kemudian gula warni warninya sebagai pamungkas diembat terakhir. Ikut prinsip save the best for the last!" kata dia.

3 dari 5 halaman

Biskuit Botak

Ia menambahkan satu kenangan kocak tentang kue ini. "Tapi selalu ada bocah yang minta dijewer, biasanya cuma menjilat krimnya, biskuitnya ditinggal. Makanya sering ada tragedi meja makan: ditemukan toples berisi banyak kue ini yang botak, tanpa krim," tuturnya dengan nada canda.

4 dari 5 halaman

Nastar Botak Andien

Cerita yang dibagikan Najwa Shihab ini bikin Andien ikut teringat dengan kelakuannya masa lalu terkait kue Lebaran khas lain: nastar.

"Dulu aku salah satu bocah yg minta dijewer krn makan nastar jg cuman atasnya doang, Mbak.. Alhasil ada satu toples nastar botak. Tertuduhnya adalah," tulis Andien di kolom komentar, dengan menyisipkan emotikon tangan teracung.

 

5 dari 5 halaman

Akulturasi Budaya Lewat Kuliner

Di unggaham lain, Najwa Shihab bercerita tentang kuliner Lebaran lain yang jadi jagoannya: nasi kebuli. Tak cuma jadi hidangan khas di keluarga keturunan Arab, menurut Najwa masakan ini sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia yang memasak dalam jumlah banyak dan tak habis untuk sehari.

"Dan Nasi Kebuli ini salah satu contoh santapan Lebaran yang mencerminkan perpaduan budaya di Tanah Air. Tentu bukan cuma Nasi Kebuli saja bentuk akulturasi semacam ini. Kuah kuning dari opor itu berasal dari penggunaan kunyit ala India, lalu nastar dan kastengel berasal dari Belanda," tulisnya.