Sukses

Jo Byeong Gyu Meradang Diisukan Jadi Tukang Bully, Sebut Penuduh Mencuri Foto

Liputan6.com, Seoul - Gelombang tudingan terkait kasus bullying atau perundungan kini melanda Korea Selatan, salah satu yang pertama menerimanya adalah Jo Byeong Gyu. Seperti diketahui, bintang The Uncanny Counter kali pertama menerima tuduhan sebagai pelaku bullying pada 16 Februari 2021.

Isu ini dibantah agensinya. Penudingnya telah menghapus unggahan dan minta maaf. Namun ia kembali mendapat tuduhan serupa dari dua orang berbeda, dan satu orang lain yang mengaku sebagai teman sekelasnya dulu.

Gerah dengan sejumlah tudingan, aktor Korea ini menanggapinya secara langsung. Dilansir dari Soompi, Selasa (23/2/2021), ia mengunggah sebuah pernyataan panjang di akun Instagram.

"Saat unggahan pertama berisi kebohongan tentangku muncul, aku begitu terkejut, sampai membeku karena merasakan ketidakadilan," tuturnya.

 

2 dari 5 halaman

Kaget Lihat Isu Memanas

Ia kemudian menyebut bahwa sehari setelah unggahan pertama viral, penulisnya langsung menghubungi pihak agensi agar tak mendapat sanksi berat.

"Kami bersedia untuk melonggarkan, tapi makin banyak unggahan jahat yang muncul setelahnya, dan aku kaget melihat orang menggunakan foto yang tak ada hubungannya dengan kata-kata mereka, menggunakannya untuk apa pun yang mereka tulis sebagai kebenaran," tuturnya.

"Seiring dengan pernyataan bohong dan sanggahannya menyebar di internet, aku merasa kecewa dan ragu atas hidupku selama 26 tahun ini," kata Jo Byeong Gyu, menyebut usianya dalam perhitungan Korea.

3 dari 5 halaman

Foto Curian?

Ia juga mengklaim, foto yang digunakan sebagai bukti untuk menyerangnya, adalah hasil curian. Sang aktor menduga pelaku orang yang bersekolah di tempat yang sama, tapi tak berteman dengannya.

"Aku baru mengetahui orang yang mengklaim sebagai teman kelasku di Selandia Baru telah menggunakan foto yang tak berhubungan dan dimiliki rekan lain, tanpa permisi," jelasnya.

Unggahan ini telah dihapus, dan Jo Byeong Gyu mengklaim hal ini terjadi tanpa adanya ancaman atau pemaksaan dari pihaknya.

4 dari 5 halaman

Soal Sepak Bola

Ia juga menanggapi tudingan yang dialamatkan kepadanya.

"Benar bahwa aku senang bermain sepak bola saat SD, tapi tak benar bahwa aku memaksa anak lain keluar dari lapangan atau melakukan kekerasan. Pada semester kedua tahun ketika aku di SD, aku pindah ke Bucheon. Aku juga tak pernah minta uang kepada anak lain atau naik sepeda motor," ujarnya.

5 dari 5 halaman

Permohonan Jo Byeong Gyu

Di pengujung pernyataan, Jo Byeong Gyu bertanya-tanya mengapa ia terus menjadi sasaran tembak isu seperti ini. Ia khawatir saat hendak menjawab isu ini, cemas pernyataannya justru akan jadi senjata untuk kembali menyerangnya.

Ia menutup pernyataan dengan menulis, "Sulit bagiku menahan situasi seperti ini, di mana aku salah dimengerti karena hal yang tidak kulakukan hanya karena sebuah foto dan beberapa paragraf. Aku tak dapat menjawab semua rumor dan komentar jahat satu per satu. Kami telah meminta diadakan investigasi atas semuanya, jadi kumohon bersabar. Kumohon."