Sukses

Masih Terpukul Atas Kepergian Marco Panari, Angela Gilsha: Sekarang Adikku Sudah Jadi Abu

Liputan6.com, Jakarta - Angela Gilsha tak sanggup menyembunyikan kesedihan atas kepergian adiknya, Marco Panari. Pesinetron 26 tahun ini merasa kehidupannya hancur mengetahui dirinya tak bisa lagi bercengkerama dengan pria yang dikabarkan meninggal dunia karena tersedak.

Melalui akun Instagram terverifikasinya, Angela Gilsha mengungkapkan kesedihannya ditinggal Marco Panari untuk selamanya. "Pertama kali aku merasakan hancur yang sehancur hancurnya dalam hidupku.Lihat mama papa nangis histeris didepan mata," tulis Angela Gilsha sebagai keterangan foto dirinya memegang abu jenazah Marco Panari di Instagram, Kamis (4/2/2021).

"Tidak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiranku, adikku satu satunya akan pergi secepat ini.. bisa memeluk dan mencium adikku dalam keadaan dingin, kaku dan biru.Kejadian itu pasti akan selalu terputar di kepalaku sampai aku mati nanti," pemeran Vina di sinetron Samudra Cinta ini menambahkan.

 

 

 

 

 

2 dari 5 halaman

Beri Yang Terbaik untuk Adik

Angela Gilsha bercerita mengenai rasa sayangnya terhadap Marco Panari. "Selama hidupnya aku selalu berusaha memberikan yg terbaik untuk adikku sayang. Bawa makan ke tempat tempat favorite nya.. Marco suka banget seafood sama turkish food, especially baklava.Kalau lagi jalan jalan aku selau nawarin dia mau beli apa atau lagi pengen apa.. tapi dia jarang banget minta dibeliin sesuatu," tulisnya lagi.

 

 

3 dari 5 halaman

Bahas Kematian

Pemeran Hera dalam sinetron Duyung mengingat perbincangannya bersama Marco Panari yang juga sempat membahas soal kematian.

"Setiap kita ngobrol juga pasti topiknya ngga jauh jauh tentang keberadaan kita di dunia ini, tentang kematian juga sering kita bahas.. reinkarnasi, surga, neraka, dimensi, universe, spiritual consciousness.. teori teori konspirasi yang seru. Sama siapa lagi aku bisa bahas hal hal seperti ini selain sama kamu marco?Sampai detik ini pun aku masih bertanya tanya..," Angela Gilsha mengenang.

 

4 dari 5 halaman

Masih Kecil

Angela Gilsha merasa Marco Panari masih terlalu belia untuk merasakan kematian. "kenapa sekarang Tuhan? Kenapa Marco? Marco masih kecil, masih banyak hal hal yang perlu dia lakukan, karirnya baru mau naik, baru kakak beliin mobil... kenapa??Aku berusaha untuk bisa ikhlas tapi rasanya berat.. sangat berat.Rasanya cuma waktu yang bisa menyembuhkan semuanya," dia menguraikan.

 

5 dari 5 halaman

Lega

"Tapi yang bikin aku lega, di masa masa terakhir hidupnya, marco bahagia..1 hari sebelum marco pergi, latihan bawa mobil baru sama mama.. marco bilang kalau marco happy banget..," sambung Angela Gilsha.

"Ngga ada yang perlu disalahkan dari kejadian ini.. memang sudah jalannya dan, tidak ada yang bisa dilakukan lagi selain berdoa.Sekarang adikku sudah jadi abu. Setidaknya bagian tubuh adikku sayang masih bisa berada didekatku.Kita pulang ya marco.. nanti aku taruh kamu di kamar kamu. Kita bisa sama sama terus, sampai nanti kita bisa ketemu lagi. Biar gimanapun aku harus kuat.. karena sekarang cuma aku sendiri yang bisa nguatin dan jagain mama papa.I love you marco and I miss you so much. aku berharap banget marco bisa datang ke mimpiku. Cium, peluk kakaknya," Angela Gilsha mengakhiri tulisannya.