Ngobrol Bareng Komikus Sweet Home Kim Carnby dan Hwang Youngchan, Soal Monster hingga Pandemi Covid-19

Duo komikus Sweet Home, Kim Carnby dan Hwang Youngchan, menceritakan inspirasi serta rutinitas mereka.

Diterbitkan 02 Februari 2021, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul - Belakangan ini makin banyak komik Webtoon yang diangkat menjadi drama Korea, salah satunya Sweet Home. Drama dari webtoon bertajuk sama ini, ditayangkan Netflix sejak Desember tahun lalu dan menuai popularitas.

Dilansir dari Business Korea, Sweet Home masuk dalam daftar tayangan Netflix yang paling banyak ditonton di AS, bahkan sempat masuk dalam posisi pertama di 13 negara.

Sebelum diadaptasi dalam bentuk drakor pun, Sweet Home telah menuai perhatian penggemar kisah horor di platform Line Webtoon. Tema dunia distopia dalam komik daring ini disajikan secara apik oleh duo Kim Carnby dan Hwang Youngchan.

Kim Carnby bertanggung jawab atas penokohan dan cerita, sementara Hwang Youngchan menghidupkan lewat goresan penanya. Showbiz Liputan6.com baru-baru ini berkesempatan untuk mewawancara keduanya via email, soal sistem kerja hingga inspirasi mereka dalam menghadirkan monster-monster di Sweet Home. Yuk, disimak!

 

Kerja 6 Hari Seminggu

Tanya: Awalnya seperti apa, sampai bisa menjadi komikus?

Hwang Youngchan: Sejak kecil saya suka membuat coretan-coretan acak. Sejak SMP saya mulai tertarik untuk serius menggambar.

 

Tanya: Kadang orang tak sadar bahwa membuat komik itu perlu kerja keras. Boleh diceritakan, seperti apa rutinitas keseharianmu dalam menjadi kreator webtoon?

Hwang Youngchan: Biasanya saya kerja enam hari seminggu. Jika banyak yang harus saya kerjakan, biasanya saya kerja full seminggu, he he. Saya berada di depan komputer sejak bangun pagi sampai tidur di malam hari. Saya bukan tipe orang bekerja dengan efisien, jadi saya mengalami banyak kesulitan, lebih sulit jika tidak ada orang-orang di sekitar saya yang membantu saya.

Sebelum pandemi pun, saya jarang keluar rumah, tapi seperti yang dialami oleh banyak orang saat ini, saya juga merasa sesak di rumah terus. Saya hanya bisa berharap dan menunggu semuanya segera membaik.

Karakter yang Lebur

Tanya: Salah satu hal menarik tentang karyamu adalah penokohannya. Mereka bukan tokoh yang terdikotomi sebagai "jahat-baik" atau "hitam-putih", tapi banyak yang berada di area abu-abu. Bagaimana Anda membuat penokohan seperti ini?

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kim Carnby: Saya bukan tipe penulis yang menentukan karakter terlebih dahulu kemudian menyusun cerita berdasarkan sifat dari karakter tersebut. Saya lebih ke tipe penulis yang menentukan alur cerita terlebih dahulu dan kemudian menambahkan karakter agar bisa lebur dalam alur cerita tersebut. Saya merancang karakter sedemikian rupa untuk bisa menyampaikan cerita yang ingin saya sampaikan, dan di situ karakter tersebut menerima posisinya dalam cerita. Tapi, ada saat di mana karakter tersebut tiba-tiba mulai menguasai alur cerita dan muncul kesan seakan-akan dia bergerak dengan sendirinya. Menurut saya, itulah saat di mana karakter tersebut menjadi karakter yang berhasil.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan