Ngobrol Bareng Komikus Sweet Home Kim Carnby dan Hwang Youngchan, Soal Monster hingga Pandemi Covid-19

Duo komikus Sweet Home, Kim Carnby dan Hwang Youngchan, menceritakan inspirasi serta rutinitas mereka.

Diterbitkan 02 Februari 2021, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kim Carnby: Saya bukan tipe penulis yang menentukan karakter terlebih dahulu kemudian menyusun cerita berdasarkan sifat dari karakter tersebut. Saya lebih ke tipe penulis yang menentukan alur cerita terlebih dahulu dan kemudian menambahkan karakter agar bisa lebur dalam alur cerita tersebut.

Saya merancang karakter sedemikian rupa untuk bisa menyampaikan cerita yang ingin saya sampaikan, dan di situ karakter tersebut menerima posisinya dalam cerita. Tapi, ada saat di mana karakter tersebut tiba-tiba mulai menguasai alur cerita dan muncul kesan seakan-akan dia bergerak dengan sendirinya. Menurut saya, itulah saat di mana karakter tersebut menjadi karakter yang berhasil.

Tema Monster

Tanya: Dari mana kalian mendapat ide untuk cerita ini? Ada ada komik yang sangat kalian suka dan memberikan pengaruh kepada karya Anda?

Kim Carnby: Sebelumnya saya telah menulis banyak cerita yang bergenre thriller tapi menulis cerita yang bertema monster merupakan sesuatu yang tidak familier bagi saya. Jadi saya bertekad untuk mencoba menulis cerita bertema monster, dan saya sangat senang karena cerita ini responsnya sangat baik dari para pembaca.

Kalau untuk manhwa (komik) saya menikmati semua genre manhwa dan tidak pilih-pilih saat membaca. Rasanya sulit jika diminta untuk memilih satu, karena banyak sekali manhwa yang sangat menarik di luar sana. Karena saya sudah cukup berumur, saya cenderung menyukai manhwa cetak dibanding webtoon. Secara emosional, saya bukan tipe penulis yang mudah terpengaruh oleh karya lain, tapi secara teknik saya belajar banyak.

Hwang Youngchan: Manhwa yang saya baca yang paling saya ingat adalah Your Lie in April yang saya baca beberapa tahun yang lalu.

Dari Webtoon ke Netflix

Tanya: Sekarang monster yang kalian ciptakan 'hidup' dalam drama Netflix, dan bahkan sangat sukses. Apa yang pertama kali terlintas di benak kalian saat melihat drama itu?

Hwang Youngchan: Saya sangat gembira saat membayangkan bahwa karya saya akan terlahir kembali menjadi karya dalam bentuk yang berbeda. Bukan itu saja, menurut saya tidak akan ada penulis yang menolak jika karyanya diadaptasi menjadi series di Netflix, platform video yang kini sangat mengglobal.

Kim Carnby: Selama karier saya sebagai penulis, kata “MAJOR” tidak pernah ada sebelumnya dalam karya saya. Saat mendengar bahwa sutradara Lee Eungbok akan menyutradarai Sweet Home, saya merasa akhirnya kata “MAJOR” datang dalam hidup saya. Saya merasa sangat beruntung.

Jangan Takut Gagal

Tanya: Terakhir, apa ada pesan untuk kreator pemula atau mereka yang ingin menerbitkan karya di Line Webtoon?

Kim Carnby: Hal yang paling penting saat memulai webtoon bukanlah kemampuan, tapi keberanian. Walaupun kamu merasa kamu memiliki banyak kekurangan, mulailah dengan penuh rasa percaya diri. Semangat!

Hwang Youngchan: Jangan takut kegagalan, yang penting mulailah gambar apa yang ada di bayanganmu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan