Sukses

Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182, Dewi Sandra: Siapa yang Bisa Bernegosiasi dengan Kematian?

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu (9/1/2021) turut menyita perhatian publik, tak terkecuali selebritas Tanah Air, Sandra Dewi.

Melalui akun Instagramnya, Pemeran film Ayat Ayat Cinta 2 ini menulis tentang kematian. "Siapa yang bisa menjamin hidup? Siapa yang bisa melawan takdir? Siapa yang bisa bernegosiasi dengan kematian?" tulis mantan istri Glenn Fredly ini pada Minggu (10/1/2021).

Terkait kematian, Dewi Sandra mengatakan bahwa sebenarnya Tuhan sering mengingatkan manusia dengan berbagai kejadian dan pelajaran dalam hidup.

"Si sehat bisa jadi dipanggil duluan. Si sakit bisa jadi masih ada peer yang harus diselesaikan. Yang masih panjang masa depannya, diselamatkan dari fitnah dunia. Yang sudah lama berpetualang, belum paham tujuan," paparnya

2 dari 4 halaman

Takdir Manusia

Takdir setiap orang tentu berbeda-beda. Namun soal kematian, setiap yang bernyawa tentu akan mati, entah bagaimana caranya.

"Akan ada waktu semuanya berakhir... sama2 menghembus nafas terakhir... bagaimana dan caranya... benar2 terserah Dia," papar Dewi Sandra.

"Dia pemilik daratan bumi, langit dan lautan, maka sang hamba teruslah menjadi hamba dan teruslah memohon pertolonganNya... agar selalu dalam perlindungan dan ridhoNya," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Doa

Wanita berhijab ini pun mendoakan para korban kecelakaan pesawat agar meninggal dalam keadaan baik. Serta, keluarga korban diberi ketabahan.

"Semoga para korban Husnul Khotimah. Di nafas terakhirnya bertawakal dan menyebut namaNya... Semoga para keluarga dan kami dikuatkan hatinya, dan di nafas yang masih diberikan bertawakal dan menyebut namaNya," tuturnya.

4 dari 4 halaman

Pesan Kapten Afwan

Mengakhiri tulisannya, ia mengutip kalimat yang pernah diunggah oleh Pilot Sriwijaya Air SJ 182, Kapten Afwan, di WhatsApp-nya.

"'Setinggi apapun aku terbang tidak akan mencapai syurga bila tidak sholat 5 waktu' - Captain Afwan," ia mengakhiri.