Susi Pudjiastuti Tanggapi Namanya Viral di Kasus KPK Tangkap Menteri KKP

Susi Pudjiastuti enggan mengomentari secara pribadi.

Diterbitkan 26 November 2020, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Pernah dengar nggak, bahwa ada sejumlah politisi terima sejumlah perizinan dan lain-lain?" tanya Bosco.

"Itu sudah ramai lama. Sekarang sudah lupa. Saya tidak pikir lagi. Saya sekarang lebih senang di pulau, berenang, gitu," papar Susi.

 

Tenggelamkan?

Tak berhenti sampai di situ, Don Bosco kemudian bertanya soal pembudidayaan lobster. Ia ingin tahu sikap Susi mengenai bibit lobster dan pembudidayaannya.

"Lalu sekarang tentang pembudidayaan lobster? Kan itu kan yang selama ini diperjuangkan Ibu Susi. Jangan pura-pura tidak tahu dan pura-pura lupa," cerca Don Bosco tertawa.

Mengetahui dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan terkait pemberitaan korupsi ekspor benih lobster, Susi berekasi tak terduga.

"Saya tidak tahu itu sekarang. Pak Don Bosco ini pemirsa, luar biasa. Besok lagi saya tidak mau disuruh acara khusus-khusus. Kali ini saya dibajak sama beliau. Pemirsa bantuin dong, perlu ditenggelamkan nggak ini. Kalau itu, sampai kapan pun biarkan saja lobster besar di laut. Kita tangkap yang besar, itu saja," ujarnya.

 

Pesan Menyentuh

Susi yang semenjak dulu terkenal menjaga kekayaan dan keanekaragaman hayati, berpesan untuk menyerahkan kehidupan laut pada Tuhan.

"Saya tetap setuju Tuhan yang membudidayakan di laut. Manusia mengambil pada saat besar. Lebih baik lobster dibesarkan oleh laut," pesan Susi. 

Kabar yang beredar, kini beberapa aturan terkait ekspor bibit lobster sudah dilegalkan. Termasuk dikirim ke Vietnam, yang telah memiliki alat budidaya lobster yang bagus. Menanggapi hal tersebut, sontak Susi mengaku sedih.

"Sedih saya, sedih. Karena lobster besar sudah tidak ada," ungkap Susi lagi.

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan