Ian Antono Ultah ke-70, 6 Karya Legendarisnya Dinyanyikan Ahmad Albar Hingga Nike Ardilla

Satria bergitar itu bernama Ian Antono. Kamis (29/10/2020), ia genap berusia 70 tahun. Kami ajak Anda menapaki 6 karya legendarisnya.

Diterbitkan 29 Oktober 2020, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

4. Menanti Kejujuran (Nike Ardilla, 1994)

Pergi terlalu cepat, meninggalkan warisan yang dikenang selamanya oleh pencinta musik Nusantara. Sebelum menyanyikan ulang “Panggung Sandiwara,” Nike Ardila merekam karya lain Ian Antono, yakni “Menanti Kejujuran” pada 1994.

Rekaman di bawah naungan Musica Studio ini menajamkan posisinya sebagai ikon pop 1990-an tanpa tanding. “Menanti kejujuran, harapkan kepastian. Hanya itu yang sanggup aku lakukan,” lantun Nike Ardilla.

 

5. Neraka Jahanam (Duo Kribo, 1977)

Belakangan lagu religi terjebak pola serumpun, menkhotbahi pendengar agar berbuat baik. Tak salah, tapi jika demikian kenapa tak sekalian mendengar ceramah pemuka agama?

Di era Generasi Bunga, Ian Antono menegakkan standar emas luwesnya mengolah tembang tentang godaan setan untuk manusia pertama. “Hei setan engkau berdusta membujuk Adam Hawa, mencoba buahnya sorga membawa malapetaka bagi manusia,” tulisnya. Sekeren itu!

 

6. Jarum Neraka (Nicky Astria, 1985)

Sejatinya, Ian Antono adalah musisi dengan nurani peka merespons beragam peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Dari urbanisasi, realitas manusia menjalani hidup, hingga rayuan barang laknat bernama narkoba.

Tema terakhir dituangkannya dalam “Jarum Neraka” dengan meminjam pita suara selebar empat oktaf milik Nicky Astria. Sebuah kolaborasi yang tak akan dilupakan zaman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan