Sukses

Franky Sihombing Ungkap Dampak Cerai Sebelum Nikahi Feby Febiola: Dulu Sebulan 150 Kali Manggung, Kini...

Liputan6.com, Jakarta Jarang muncul ke muka publik, Franky Sihombing akhirnya buka kartu soal perceraian dan keputusan menikahi Feby Febiola. Ia menyebut pernikahan adalah sakral, kudus, dan layak dijaga.

Buat mereka yang kadung cerai, suami Feby Febiola ini mengajak bangkit dan jangan tenggelam dalam kegagalan. Bagi yang sedang mengurus perceraian, ia mengimbau untuk berpikir ulang.

“Jangan jadi kayak gue. Gue ke mana-mana bilang: Perceraian gue adalah ketol**an gue, cukup Franky Sihombing saja yang tol**. Lo jangan ikutan tol**. Karena Febby Febiola gue rasa juga setuju, berat banget perceraian itu,” imbuh Franky Sihombing.

2 dari 5 halaman

Itu Berat Banget

Masih segar dalam ingatan Franky Sihombing, perceraiannya terjadi saat kedua anaknya berusia 20 tahunan. Sementara si bungsu 16 tahun. “Itu saja berat apalagi kalau anak kalian masih bayi. Duh, itu berat banget,” katanya.

Ia menyampaikan ini lewat video bertajuk “Franky Sihombing Menyesal Saat Memutuskan Bercerai” yang dipublikasikan kanal YouTube Daniel Mananta Network, Kamis (15/10/2020).

3 dari 5 halaman

Ternyata Interconnected

“Karena yang baru gue sadari adalah begini: keputusan kita itu ternyata interconnected, enggak hanya tentang kita. Tentang anak-anak, tentang mertua, tentang tetangga, tentang orang gereja, dan orang-orang di sekitar kita,” Franky Sihombing menyambung.

Dampak lain yang dirasakan Franky Sihombing, redupnya karier bermusik dan pandangan sinis masyarakat terhadap dirinya. Sebelum cerai, karier dan pelayanan Franky Sihombing mengangkasa.

4 dari 5 halaman

Pulang Tukar Koper

“Sebulan bisa 150 kali bolak-balik ke luar kota. Yes gue cuma pulang tukar koper balik lagi ke kota mana, ke kota mana. Ke Amerika Serikat itu setahun bisa dua-tiga kali, belum ke Eropa dan Australia,” urai ayah penyanyi Petra Sihombing. Kini momen gemilang itu pudar. Ini sempat membuatnya baper.

“Kenapa gue jadi baper? Enggak diundang, baper orang enggak lagi menegur gue dengan baik. Orang enggak lagi menghargai gue dengan baik. Bukankah pelayanan itu waktu kita berguna bagi orang lain, menyentuh hidup orang lain?” Franky Sihombing membeberkan. 

5 dari 5 halaman

Itu Sombong Banget

Sejumlah sahabat kala itu mengingatkannya untuk tidak bercerai. Tuhan membenci perceraian. Kala itu, Franky Sihombing berdalih, para sahabat tak merasakan apa yang ia rasakan.

“Tapi menurut gue sekarang nih, gila itu sombong banget. Itu kalimat orang yang enggak mau taat saja. Makanya kalau gue berdiri di atas mimbar, orang ngomongin sesuatu, gue cuma bilang: Gue enggak punya pembelaan diri, memang sudah salah,” pungkasnya.