Enola Holmes: Petualangan Detektif ABG Cabe Rawit, Menggelitik dan Menggigit

Di Enola Holmes, Anda bisa bertemu detektif ABG yang nekat, topik feminisme, hingga Sherlock Holmes dalam rasa yang berbeda dari biasa.

Diterbitkan 24 September 2020, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menjadi semakin menarik, karena dalam film berdurasi dua jam ini, ia adalah satu-satunya karakter yang mendobrak dinding keempat. Ia berbicara, bertanya, melirik, hingga melempar kedipan kepada penonton.

Keputusan sutradara Harry Bradbeer untuk mendobrak dinding keempat—alias breaking the fourth wall—ini adalah sebuah langkah cerdas. Tak hanya membuat karakter Enola menjadi dua kali lebih kenes dan filmnya lebih menggelirik, tapi juga efektif dalam membawa penonton ikut larut dalam petualangan sang detektif ABG.

Sherlock Holmes Rasa Lain

Karena porsi penceritaan memang sangat difokuskan kepada Enola, karakter pendamping seperti Sherlock, Mycroft, dan Eudoria memang terasa sedikit terpinggirkan. Hanya saja keberadaan aktris sekelas Helena Bonham Carter terasa sayang bila “dimanfaatkan” hanya segitu saja.

Sementara para penggemar setia Sherlock, mungkin bakal sedikit mengerutkan dahi melihat penggambaran karakter ini yang jauh berbeda dari biasanya. Di sini, sang detektif kondang diperlihatkan jauh lebih hangat, bahkan penyayang. 

Ya…apa boleh buat. Enola Holmes memang difilmkan bukan dari adaptasi kanon milik Sir Arthur Conan Doyle. Melainkan dari novel remaja penulis Amerika Serikat, Nancy Springer.

Feminisme

Sementara itu, topik feminisme juga begitu kental dimasukkan ke dalam film ini. Dari yang berhubungan soal sejarah, yakni hak suara wanita dalam pemilu, hingga penggambaran tokoh Enola.

Karakternya jauh dari penggambaran damsel in distress layaknya film-film jadul—atau bahkan sejumlah sinema modern. Justru Enola yang menyelamatkan dirinya sendiri, dan tokoh lain. Ia juga diperlihatkan berjuang dalam mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.

Film Detektif

Sementara sebagai film misteri detektif, Enola Holmes juga tetap dibekali sejumlah elemen mendasar dari genre ini. Mulai dari unsur whodunit—atau menebak-nebak siapa penjahatnya, sampai twist untuk mengagetkan penonton.

Kesimpulannya, Enola Holmes adalah sebuah film ringan yang mudah dicerna, tapi memiliki banyak lapisan yang menarik dan menggigit. Alhasil, boleh juga bila Anda memasukkan film yang diputar Netflix ini dalam daftar tontonan akhir pekan nanti.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan