Takut
Perilaku Deanni membuat Chintami Atmanegara tak nyaman. Apalagi, dia sudah tiga bulan menumpang di rumahnya.
"Saya mau ajak ngobrol susah, dia kalau dipanggil lama, mana sih Dea. Saya udah nasihatin kamu suatu hari jadi ibu, saya nasehatin bla bla bla tapi dia tiap dengar saya ngomong jawabnya, 'Terus gimana ya?' Jadi kalau dia terus-terusan tinggal di rumah ada rasa was-was, takut, saya nggak tahu apa ya. Takut kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nanti saya kebawa-bawa karena saya terima orang seperti itu," tuturnya.
Â
Beri Ancaman
Saat itu Chintami Atmanegara pun sempat bicara secara baik-baik agar Deanni mencari tempat tinggal lain. Namun Deanni justru emosi dan mengancam akan menjual ginjalnya.
"Jadi saya panggil, 'Dea Tante mohon maaf, bukannya maksud Tante', jadi kamar yang dia tempati itu adalah kamar penjahit saya. Saya bilang nggak bisa tinggal di sini, jadi tolong dipikirkan, mungkin bisa tinggal di rumah tantenya atau di rumah om," kata Chintami.Â
Lantas, apa jawaban Deanni?
"Terus dia bilang 'Tante, Tante tahu nggak kalau jual ginjal di mana?' Saya mau kirim uang buat mama nih. Jadi saya harus keluar sekarang nih tante?'" pungkas Chintami Atmanegara menirukan nada tinggi Deanni.Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8820855/original/024125800_1782912081-gedung_ditjen_pajak-1_Juli_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)