Only: Pandemi Virus HNV-21, 10 Juta Penduduk Bumi Meninggal Dunia

Film Only disutradarai Takaschi Doscher. Dibintangi Freida Pinto yang kita kenal lewat film peraih 8 Piala Oscar, Slumdog Millionaire (2008).

Diterbitkan 10 Juni 2020, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kala menonton, kami teringat film Contagion (2011) yang disebut “meramal” wabah Covid-19. Perkembangan infeksi disajikan per hari namun tidak urut. Takaschi menangkap fenomena secara acak berdasarkan ada tidaknya perkembangan penting seputar wabah atau pertumbuhan karakter dua tokoh utama.

Wabah Sebagai Latar

Bisa jadi, pada hari tertentu, pergerakan wabah tampak biasa saja tapi dua tokoh berkonflik. Misalnya, Eva mulai bosan lantaran diam di ruang berlapis plastik. “Aku ingin melihat matahari,” ujarnya histeris.

Bisa dimaklumi. Saat orang diisolasi di sebuah ruangan dalam waktu lama, jenuh akan datang dan itu berdampak pada kejiwaanya. Sayang, yang disajikan Takaschi berat sebelah. Ia fokus pada perkembangan tokoh dan cinta yang diuji wabah. Perkembangan wabahnya sendiri hanya dijadikan latar.

10 Juta Perempuan Meninggal

Kita tak melihat bagaimana negara lain heboh menyikapi susutnya populasi perempuan. Sebuah adegan bahkan mengabarkan, 10 juta wanita meninggal akibat infeksi ini. Pemerintah lantas menerapkan kebijakan merekrut dan mengamankan perempuan di sebuah lokasi.

Ada pula kebijakan mengembangkan teknologi rahim buatan agar generasi tidak terhenti. Semuanya dipaparkan secara lisan dan sekilas. Asal wabah dikuak di awal sehingga yang tersisa dari film ini perjalanan berbasis cinta yang diwarnai kejar-kejaran dengan dua pria tak dikenal.

 

Menyoal Titik Terang

Agak sulit menerima kisah yang tidak utuh ini karena alur kurang fokus dan tidak ada titik terang padahal, masalah yang disajikan meriah. Dibandingkan dengan Contagion, sineas Steven Soderbergh memulai dengan tuturan soal wabah, melukis dampak global tapi akar keluarga (tokoh utama) tak tercerabut.

Pada fase klimaks, kita menemukan titik cerah dari mana wabah ini sebenarnya berasal dan bagimana mulanya virus ini menginfeksi. Setidaknya kita mendapat seberkas harapan dengan memahami muasal. Ya, dari pasar hewan di salah satu provinsi di Tiongkok.

Akting Meyakinkan dan Menyentuh

Dalam Only, wabah konon turun dari langit. Sudah begitu saja. Akhir film ini, bergeser menjadi impian yang ingin dicapai orang yang terinfeksi. Untungnya, Only dibekali pertautan emosi Freida dan Leslie yang intens sekaligus menyentuh. Sejumlah momen emosional dieksekusi keduanya dengan meyakinkan.

Mata pun basah. Adegan Eva berkomunikasi via video call dengan ayahnya, momen yang sulit dilupakan penonton. Di sisi lain keputusan Takaschi untuk membelah cerita menjadi dua alur sangat tepat. Selain tampak lebih bergaya, Only jadi tidak membosankan.

Penampakan baju APD (alat pelindung diri), masker, penyemprotan cairan disinfektan, berikut perubahan emosi mereka yang terinfeksi mendatangkan sensasi deg-degan tersendiri mengingat negeri ini sedang dilanda pandemi. Selamat menonton.

 

  

Pemain: Freida Pinto, Leslie Odom Jr., Chandler Riggs, Jayson Warner Smith, Tia Hendricks

Produser: Eyal Rimmon, Gabrielle Pickle

Sutradara: Takaschi Doscher

Penulis: Takaschi Doscher

Produksi: Tadmor, Vertical Entertainment

Durasi: 1 jam, 38 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan