Nawal, Film Pendek Tentang Mahasiswa Aktivis yang Sengaja Dilenyapkan

Saat bioskop tutup sementara, film pendek bermunculan. Nawal, tentang mahasiswa aktivis yang memperjuangkan perubahan lalu dilenyapkan penguasa.

Diperbarui 06 Mei 2020, 16:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Harga mimpi besarnya terlalu mahal. Ia seolah tak tahu yang dihadapinya raksasa. Atau sebenarnya tahu tapi nekat. Di sini, Maha sebagai tokoh utama gagal mengambil simpati penonton. Akting apik justru dihidangkan ibu Maha dari ekspresinya menjahit dalam diam hingga menanti anaknya pulang.

Maha Dalam Kehidupan Nyata

Semua tereksekusi dengan rapi dan ekspresif. Namun bukan berarti Maha dikalahkan oleh para karakter pendukung. Akhir film ini menempatkan posisinya sebagai simbol kegagalan negara memberi rasa aman kepada rakyat.

Lebih dari 20 tahun berlalu, orang-orang seperti Maha masih belum mendapat jalan terang. Bukan salah Ibu Pertiwi, melainkan anak-anaknya yang lain, yang membiarkan Maha dan Maha-Maha lainnya terlupakan. Maha bukan isapan jempol.

Dalam kehidupan nyata, orang-orang seperti Maha nyata adanya. Jika dalam film, ruang tamu rumah Maha dan rusun kumuh menjadi saksi, maka di kehidupan nyata kita tahu sama tahu ada tempat-tempat khusus yang membisu saat nyawa-nyawa muda lenyap. Hingga kini tak terusut.

 

Melaju ke Festival

Akhirnya, Nawal menempatkan para tokohnya dalam kondisi tak berdaya. Ruang tamu kediaman Maha yang menghadap pintu utama itu tidak kunjung beroleh harapan atau setidaknya kepastian.

Nawal dibuat bukan untuk memberi asa. Melainkan sebagai pengingat bahwa setelah mengaku sudah 70 tahun merdeka, kita sebenarnya masih dijajah oleh pekerjaan rumah menahun yang belum terselesaikan.

Sebagai sebuah film pendek Nawal terasa kelam, berat, didukung gambar dengan pewarnaan cenderung pucat. Bahkan cat oranye yang mendominasi rusun pun terasa muram.

Nawal dijadwalkan melaju di Bali International Film Festival dan Jakarta Independent Film Festival. Dalam waktu dekat, Nawal akan singgah di situs berbagi YouTube untuk merangkul lebih banyak audiens.

 

Pemain: Julfikar Maha Putra, Noviya Setyawaty, Nadia Karina, Fajar Isnan

Produser: Nezar Patria, Margiyono

Sutradara: Bayu Adityo Prabowo

Penulis: Bayu Adityo Prabowo

Produksi: Uncles Pictures

Durasi: 18 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan