Sukses

Najwa Shihab Ungkit Soal Mudik dan Pulang Kampung, Ini Reaksi Jokowi

Liputan6.com, Jakarta Aksi Najwa Shihab kembali viral di jagat maya. Kali ini, kehebohan berasal dari percakapan Najwa Shihab dan Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada Selasa, 21 April 2020.

Diunggah oleh akun YouTube Mata Najwa pada Kamis (23/4/2020) kemarin, percakapan Najwa Shihab dan Presiden Jokowi membahas soal fenomena mudik jadi tren nomor satu di situs berbagi video tersebut.

Najwa Shihab mempertanyakan mengapa pemerintah seolah tak bergerak cepat merespons gelombang mudik di tengah meluasnya wabah Corona Covid-19. Merespons pertanyaan Najwa Shibab, Presiden Jokowi menjelaskan tahap-tahap pelarangan.

2 dari 5 halaman

Larangan Mudik Dibuat Bertahap

Presiden Jokowi pun mengungkapkan alasan mengapa larangan dibuat secara bertahap. “Suatu saat akan saya larang, bisa saja besok pagi, bisa saja minggu depan,” beber Presiden kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961.

Jokowi memastikan pelarangan mudik harus dibuat berdasarkan fakta dan data. “Yang ingin mudik menurut hitung-hitungan lapangan kita, orang yang jutaaan. Bukan hanya ribuan tapi jutaan. Ada 34 persen yang masih ingin mudik. Ini angka yang gede sekali,” Jokowi membeberkan.

3 dari 5 halaman

Angka dan Fakta Lapangan

Sejak awal Jokowi telah mewanti-wanti anak buahnya, jika angkanya sebesar ini, cepat atau lambat pelarangan mudik akan terbit. “Kalau angkanya seperti ini, kalau kajian lapangannya seperti itu ya sudah, dilarang mudik,” imbuh ayah tiga anak ini.

Penjelasan ini tak serta merta memuaskan Najwa Shihab. Khususnya pelarangan mudik atau pulang kampung secara bertahap. Misalnya, saat kelompok A dilarang mudik, kelompok B yang belum mendapat larangan buru-buru mudik.

4 dari 5 halaman

Jika Mendadak Dilarang...

Akibatnya, saat larangan mudik untuk kelompok B terbit, sebagian anggota kelompok B telah tiba di kampung. Beberapa di antaranya sampai di kampung bersama virus Corona Covid-19. Lagi-lagi, Jokowi punya jawaban sendiri.

“Ya kita, kan kemarin memakai transisinya sehingga jangan sampai menimbulkan syok dan justru memunculkan masalah baru,” ujarnya. Jokowi menambahkan, “Nanti begitu didadak (mendadak dilarang mudik untuk semua kalangan -red.), ramai-ramai nanti semua ke stasiun, ramai-ramai nanti ke terminal, ramai-ramai ke bandara.” 

5 dari 5 halaman

Penularan Yang Lebih Menyebar

Yang terjadi kemudian, penumpukan penumpang di banyak titik. Ini, menurut Jokowi, menimbulkan masalah baru yang lebih serius. “Terjadi penumpukan orang di suatu tempat yang justru itu tidak menyelesaikan masalah, memunculkan masalah baru, penularan yang lebih menyebar,” ia berpendapat.

Hingga artikel ini disusun, video bertajuk “Jokowi Diuji Pandemi, Jokowi: Mudik dan Pulang Kampung Itu Beda (Part 2)” ditonton 2,3 juta orang di YouTube.