The Invisible Man Meneror Penonton Bioskop, Ini 6 Fakta Menariknya

The Invisible Man karya Leigh Whannell yang menempatkan Elisabeth Moss sebagai pemeran utama.

Diterbitkan 26 Februari 2020, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seiring mengendurnya kekuatan Milea: Suara Dari Dilan serta Birds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn, sejumlah film baru tayang di bioskop. Salah satunya, The Invisible Man.

The Invisible Man karya Leigh Whannell yang menempatkan Elisabeth Moss sebagai pemeran utama. The Invisible Man tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu (26/2/2020). Film horor ini panen pujian dari kritikus.

Dengan biaya produksi hanya satu digit, The Invisible Man diprediksi mudah mengeruk dolar dari peredarannya di seluruh dunia. Berencana menonton The Invisible Man pekan ini? Sebelum ke bioskop, simak dulu 6 fakta menariknya yang kami rangkum dari berbagai sumber.

 

1. Penyegaran Pasca Bencana The Mummy

Proyek ini bentuk penyegaran sekaligus bagian dari Jagat Sinema Monster Klasik (shared cinematic universe) milik Universal. Jagat sinema ini dimulai pada 2017 saat The Mummy yang dibintangi Tom Cruise dilempar ke pasar.

Sayang, film ini dicaci maki kritikus. Bahkan, Tom Cruise nomine Aktor Terburuk di Razzie Awards. Bencana yang dibawa The Mummy membuat Universal Pictures menghentikan semua proyek yang berkaitan dengan Jagat Sinema Monster Klasik.

 

2. Syuting di Australia

Pada 2019, proyek ini digerakkan kembali dengan sejumlah perubahan. Universal Studio menyalakan lampu hijau untuk The Invisible Man dengan catatan, film ini dituturkan dengan sudut pandang lebih personal.

The Invisible Man dikembangkan ulang dengan Leigh Whannell sebagai sutradara sekaligus penulis naskah. Tahap praproduksi dieksekusi selama 6 bulan. Juli 2019, syuting dimulai. Lokasinya, di Sydney, Australia. Syuting selesai pada September 2019.

3. Jagat Sinema Monster Resmi Batal

Lahirnya The Invisible Man menandai batalnya Jagat Sinema Monster Klasik milik Universal. Padahal, jagat sinema ini tampak menjanjikan. Selain Tom Cruise, jagat sinema ini diperkuat Russell Crowe, Johnny Depp, dan Penelope Cruz.

Januari 2019, Universal menyebut film-film yang semula diisukan sebagai “anggota” Jagat Sinema Monster Klasik akan dibuat berdasarkan karakter dan cerita yang berdiri sendiri. BlumHouse dipinang untuk memperkuat megaproyek ini.

4. Bujet Super Realistis

Konon, musibah The Mummy membuat film-film yang dibuat berdasarkan karakter ini digarap dengan bujet sangat realistis. The Invisible Man misalnya, hanya dimodali 7 juta dolar AS dan tanpa diperkuat megabintang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Maret 2019, Elizabeth Moss menjalani negosiasi dengan BlumHouse. Proses negosiasi berjalan mulus. Tak heran jika sebulan kemudian sejumlah pemain pendukung didapat di antaranya Storm Reid, Aldis Hodge, dan Harriet Dyer.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan