Ajudan Pribadi, Perjalanan Hidupnya dari Kuli Bangunan sampai Bergelimang Harta

Sebelum sukses seperti sekarang ini Ajudan Pribadi pernah menjadi kuli bangunan dan pemulung.

Diperbarui 26 Oktober 2021, 18:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sang bos akhirnya memboyong dirinya ke Jakarta.

"Lama-lama dia datang ke Makassar telepon aku. Lama lama ngobrol lah, dia menawarkan 'Kamu mau ikut ke Jakarta'. Ada tujuh saudaranya bos itu setujui saya ikut ke Jakarta," kata Akbar.

Tukang Bersih-Bersih

Sebelum diangkat menjadi ajudan pribadi, Akbar bekerja menjadi tukang bersih-bersih. Sebab saat itu bosnya masih memiliki ajudan.

"Jadi tahun 2017 saya ke Jakarta, baru banget dua tahun yang lalu. Sebelumnya diperbantukan buat tukang bersih-bersih. Awalnya enggak langsung jadi ajudan. Ajudan satu ini suka curi dolar enggak jujur, jadi dipecat. Mau cari ajudan militer polisi engga mau dia (majikan). Akhirnya saya jadi ajudan," ucapnya.

Norak Hidup Mewah

Setelah diangkat menjadi ajudan pribadi, dirinya kerap ikut ke mana pun bosnya pergi.

"Di situlah kadang kadang norak. Namanya bos serba mewah. Saya foto-foto di mobil mewahnya, jet pribadi. Saya udah keliling negara naik jet pribadi ke Malaysia, Prancis, Jepang, Polandia, Rusia, Dubai," ucapnya

Miliki Barang Mewah

Karena kerap ikut ke mana pun bosnya pergi, Akbar sering diberi barang-barang mewah oleh bosnya. Tak hanya itu, ia juga kerap mendapat uang dalam bentuk dolar.

"Ya dikasih barang barang mewah, sepatu, iPhone. Dikasih aja kita. Kalau bos kalau ke luar negeri ngasih buat Akbar," ungkapnya.

Dekat dengan Pejabat dan Artis

Ajudan Pribadi perlahan mulai dekat dengan pejabat negara, karena kemampuan pijitnya. Bahkan ia pernah mengunggah foto saat memijit Setkab Pramono Anung dan beberapa pejabat lainnya.

"Itu waktu ketemu di Senayan. Dipanggil mijit-mijit, lama-lama akrab. Sama temen-temen bos akrab. Mobil mewah pesawat mewah. Yang kita nikmati ini syukuri apa adanya," kata Akbar.

Bantu Ekonomi Keluarga

Karena kehidupannya kini berbeda 180 derajat dari sebelumnya, Ajudan Pribadi merasa bersyukur karena bisa membantu perekonomian keluarga. Dia kerap menyisihkan uang untuk membantu saudara-saudaranya di Makassar dan membiayai sekolah adik-adiknya.

Tak lupa ia kerap menyisihkan uang untuk sang nenek yang menemaninya saat masih memulung.

"Bantu biaya semuanya, adik adik sekolah atau kakak yang mau melahirkan kita bantu rumah sakit. Sekarang (nenek) umurnya 74. Kalau ke luar negeri pasti dapat (uang) dari bos. Selalu saya selip buat dia (uang dolar)," kata Akbar.

Keluarga Bangga

Keluarga pun bangga dengan pencapaian yang didapatkan dirinya saat ini. Apalagi dirinya kenal dengan pejabat negara dan beberapa artis kenamaan Tanah Air.

"Merasa bangga kok bisa sampai di sini kenalan," ucap Akbar.

Tak Lupa Bersedekah

Meski hidup berkemewahan, namun Ajudan pribadi tak lupa bersedekah. Apalagi ia pernah merasakan hidup susah dan sempat menjadi pemulung.

"Kalau ikut sama orang jangan pernah jadi penjilat, ikut-ikut aja terus jangan mikir yang aneh aneh insyallah mungkin rezeki lancar. Banyakin sedekah pasti ada aja rezeki muncul. Harus bersyukur, kita engga tahu dikasih umur sampai kapan," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Sapto Purnomo, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan