Charlie's Angels: Aksi Asyik Yang Menaruh Hormat Pada Versi Klasik

Kini 16 tahun berselang, generasi baru Charlie's Angels bangkit. Para bidadari Charlie diperkuat Kristen Stewart, Naomi Scott, dan Ella Balinska.

Diterbitkan 13 November 2019, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

John yang pensiun kemudian digantikan Susan Bosley (Elizabeth). Susan menugasi Sabina dan Jane melindungi Elena sembari melacak siapa pembeli Castilo sebenarnya. Misi mematikan ini membawa trio Sabina-Elena-Jane bertemu sejumlah penjahat bertangan dingin salah satunya, Hodak (Jonathan).

Cewek Banget!

Charlie's Angels 2019 mengajak penonton kembali ke era terbentuknya tiga bidadari multi-tasking. Berawal dari sebuah agensi rahasia yang merekrut sejumlah cewek multibakat berani mati. Artinya, cewek tangguh yang jadi malaikat Charlie ada banyak.

Begitu pula mereka yang menjabat Bosley. Semua berada di bawah komando Charlie, yang sebenarnya tak identik dengan jenis kelamin tertentu. Meski demikian, jenis kelamin kreator Charlies Angels 2019 turut menentukan siapa lawan siapa lakon di film ini.

Mencermati film ini hingga tuntas membuat kami sadar, Elizabeth Banks benar-benar ingin memberdayakan kaum hawa. Mayoritas protagonis utama dan pendukung adalah perempuan. Kalau pun ada laki-laki, porsinya tak banyak, apalagi dominan.

Di kubu antagonis, laki-laki amat mendominasi. Nyaris tak ada perempuan di sana. Elizabeth mengirim pesan jelas tentang perempuan sebagai makhluk cerdas. Bahkan, ada satu tokoh laki-laki yang terang-terangan dikatai bodoh dan idiot. Padahal fisiknya proporsional dan ganteng. Hiks.

Chemistry, Penokohan, dan Tata laga

Berlanjut ke poin berikutnya, soal chemistry, penokohan, dan tata laga. Karena cerita berangkat dari premis terbentuknya sebuah tim, para tokoh utama semula tampak berjarak. Misi mematikan mengondisikan keduanya bersatu. Lalu terbentuk sisterhood.

Penokohan Sabina dan Jane dibuat berlawanan arah. Sabina, dibesarkan oleh masa lalu kelam, berulang kali masuk penjara lalu direkrut agensi. Jane dengan latar belakang mata-mata tampak kaku, bisa mengerjakan apa-apa sendiri, mudah terbakar dendam, dan sensitif.

Elena sebagai pendatang baru menjembatani ruang hampa di antara keduanya. Kristen tampil konyol, cuek, dan beberapa kali polahnya mengundang tawa. Sementara Ella sejak awal terlihat paling tangguh.

Grafik emosinya meninggi seiring konflik dan nuansa drama yang mengental di beberapa titik. Babak akhir film ini memperlihatkan simpul-simpul yang melilit Calisto. Sejumlah plot twist diurai berbareng porsi laga yang menyering. Elizabeth Banks mengemas konflik dan penokohan Charlies Angels dengan lumayan rapi.

Sayangnya...

Sayang, koreografi tarung kurang ditangani dengan detail. Plus tata kamera dan penyuntingan kurang gesit. Akibatnya beberapa gerakan baku hantam yang mematikan tampak tak meyakinkan. Tak sampai menciptakan sensasi ngilu di benak penonton.

Ini bukan kali pertama Elizabeth duduk di kursi sutradara. Empat tahun lalu, ia memoles Pitch Perfect 2 yang mencetak box office 287 juta dolar AS. Di luar nama besar Pitch Perfect, harus diakui kapasitasnya dalam membangun interaksi pemain cukup mumpuni.

Tribut untuk Para Bidadari

Charlie's Angels 2019 memperlihatkan interaksi para tokoh yang nyaris tak berjarak. Kubu antagonis dan protagonis tak 100 persen punya ikatan emosi. Ada yang tajam mempresentasikan rindu dendam. Ada pula yang sebatas, "Gue benci lo karena lo jahat dan lo harus mati."

Interaksi semacam ini membuat tempo film sempat melambat dan ketegangan yang susah payah dibangun sedikit mengendur. Untungnya, problem ini dibayar dengan penyelesaian konflik yang klimaks.

Proses menuju akhir tidak instan dan memperlihatkan susah payah yang memuaskan penonton. Ada pula tribut untuk para Bidadari Charlie generasi sebelumnya lewat sejumlah adegan maupun foto. Ini film aksi yang asyik dan menaruh hormat pada versi klasik.

 

 

Pemain: Kristen Stewart, Naomi Scott, Ella Balinska, Elizabeth Banks, Sam Claflin, Patrick Stewart, Jonathan Tucker, Djimon Hounsou, Nat Faxon, Chris Pang

Produser: Elizabeth Cantillon, Elizabeth Banks, Doug Belgrad, Max Handelman,

Sutradara: Elizabeth Banks

Penulis: Elizabeth Banks, David Auburn, Evan Spiliotopoulus

Produksi: Columbia Pictures

Durasi: 1 jam, 58 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan