Film Perempuan Tanah Jahanam Tembus Sejuta Penonton, Ini 5 Fakta Menariknya

Joko Anwar berterima kasih kepada pencinta film yang mengantar Perempuan Tanah Jahanam ke tangga box office Indonesia.

Diterbitkan 27 Oktober 2019, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Yang paling lama ditemukan, kuburan. “Untuk mencari kuburan yang berkarakter, indah, sekaligus creepy butuh waktu tiga bulan untuk mendatangi puluhan kuburan. Tidak ada yang cocok, kami tak mau kompromi. Akhirnya kami temukan di Lumbang, Jawa Timur. Kebetulan banyak kuburan anak kecilnya,” beri tahu Joko Anwar.

4. Syuting 28 Hari, Bikin Akses Jalan

Tantangan lain, merancang schedule untuk syuting di banyak tempat, dengan waktu hanya 28 hari. Karena ini film thriller yang belum terbukti bisa laku di Indonesia, Joko Anwar dan tim tak berani menganggarkan bujet besar.

Asisten sutradaralah yang paling pusing bikin schedule. “Sementara itu, kami membuka akses jalan ke desa terpencil tempat syuting Perempuan Tanah Jahanam supaya bisa dilalui mobil. Karena jalanan licin dan berbatu, tiap mobil harus ditarik dengan mobil all-terrain vehicle,” cerita sutradara Janji Joni dan Pintu Terlarang.

 

5. Serangan Demam Berdarah

Ada saja cobaan yang menghampiri selama syuting film Perempuan Tanah Jahanam. Salah satunya, penyakit.

“Jadi, waktu syuting Perempuan Tanah Jahanam saya kena demam berdarah, diopname (di rumah sakit selama) delapan hari di Bangil. Syuting libur delapan hari,” ungkap Joko Anwar di Twitter.

Tiap hari produksi tetap harus keluar uang banyak untuk membayar akomodasi kru dan sewa alat. Pembengkakan biaya ini berdampak pada terkikisnya bujet promosi film. “Maaf kalau saya promosi terus di Twitter ya, teman-teman,” pungkas Joko Anwar.

(Wayan Diananto)    

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan