Dianiaya Atalarik Syach, Tsania Marwa: Mungkin Saya Akan Meninggal

Tak bisa menahan rindu, Tsania Marwa pun mengunjungi dua anaknya di kediaman sang mantan suami, Atalarik Syach.

Diterbitkan 20 Maret 2019, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tak bisa menahan rindu, Tsania Marwa pun mengunjungi dua anaknya di kediaman sang mantan suami, Atalarik Syach, di Cibinong, Bogor, akhir pekan lalu. Ia datang seorang sendiri sesuai syarat yang diajukan Atalarik.

Namun saat tiba di sana, Tsania Marwa mendapat sambutan tak baik dari Atalarik Syach juga dua saudaranya, Atilla Syach dan Doni. Tsania mengaku memang alami kekerasan secara verbal dan fisik.

"Saya sudah membayangkan nyawa saya karena jujur di dalam saya ngerasa ada momen yang, "Wah sudahlah, mungkin saya akan meninggal"," imbuh Tsania Marwa, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019) malam.

"Saya badan kecil, ngelawan lelaki tiga orang sudah enggak mungkin saya menang. Dan apa gunanya? Emang saya ngapain? Emang saya bawa senjata tajam, emang saya mengancam? Saya cuma mau main sama anak-anak saya," lanjutnya.

 

Diancam

Bahkan saudara Atalarik Syach, Doni, juga sempat mengucapkan kalimat bernada ancaman kepada Tsania Marwa. Kalimat itu membuat Tsania Marwa takut bahwa dirinya tak akan selamat.

"Pas saya lagi di dalam itu saya keluar ada bahasa seperti ini, 'Lu laki-laki bertiga ngeroyok gue ya?' Terus Pak Doni menjawab, 'Gue keroyok? gue keroyok mati lu'," kata bintang sinetron Orang Ketiga itu.

 

Menangis

"Jadi di situ saya tidak melebih-lebihkan, tapi memang saya merasa terancam dan ada momen di dalam rumah itu yang benar-benar saya ngerasa kalau mungkin saya akan kehilangan nyawa saya," sambungnya.

Karena shock dengan perlakuan tak menyenangkan itu, Tsania Marwa memutuskan untuk segera keluar dari rumah Atalarik Syach. Ia pergi dalam keadaan menangis sejadi-jadinya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Reality Club - Idgitaf Ungkap Kekuatan Industri Musik Indonesia, Kian Bertaring di Ranah Global

Zulfa Ayu Sundari, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan