Jadi Calon Istri Pangeran Harry, Meghan Markle Wajib Latihan dengan Tentara?

Menjadi istri Pangeran Harry, Meghan Markle diminta untuk bisa menjaga dirinya sendiri.

Diterbitkan 17 Maret 2018, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Meghan Markle menjadi istri Pangeran Harry, yang akan dihelat sekitar Mei 2018. Setelah menikah, artis Hollywood ini otomatis akan menjadi anggota keluarga kerajaan.

Sang artis merupakan wanita keturunan kulit hitam pertama yang menjadi anggota keluarga kerajaan Inggris. Meghan Markle pun harus menaati beberapa peraturan dan protokol keluarga bangsawan di Inggris.

Sebagai calon anggota keluarga kerajaan, Meghan Markle disebut-sebut mulai mendapatkan pengawalan ketat. Beberapa pengawal mengikuti Meghan Markle kemanapun ia pergi.

Saat ini, proses pencarian untuk pengawal Meghan Markle tengah dilakukan. Pangeran Harry berharap calon istrinya itu mendapatkan pengawal wanita.

Latihan dengan Tentara

Di balik kesibukannya bersama Pangeran Harry, Meghan Markle juga harus latihan dengan tentara aktif Inggris. Sebagai istri seorang pangeran, Meghan Markle juga dituntut untuk bisa ilmu bela diri, diwartakan Business Insider, Jumat (18/3/2018).

Jadwal Latihan

"Meghan Markle telah dijadwalkan melakukan beberapa latihan. Salah satunya, menghadapi penculikan, di mana ia harus dibebaskan," sungkap sebuah sumber.

"Meghan Markle akan terikat di sebuah kursi. Pasukan akan datang menyelamatkannya. Latihannya akan sangat berat, seperti sungguhan," sumber tersebut menambahkan.

Lihat Situasi

Meghan Markle dituntut untuk memahami dan membaca situasi. Demi mempertahankan dan menyelamatkan diri, Meghan Markle pun harus berlatih.

Latihan Berat

"Tidak seperti syuting, latihan ini benar-benar nyata, terasa sangat mencekam. Meghan Markle diberitahu apa yang harus ia lakukan, serta membaca kesempatan untuk menyelamatkan diri," ungkap sumber tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dua Lipa Buka Perpustakaan Buku Terlarang di Portugal, Jadi Simbol Kebebasan Membaca

Desika Pemita, Hotnida Novita Sary, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan