Dicaci Kritikus, 6 Film Ini Tetap Jadi Nominasi Piala Oscar

Film-film yang masuk nominasi Piala Oscar, tak selalu bergelimang pujian dari kritikus film.

Diterbitkan 22 Februari 2017, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mendapat nominasi dalam Piala Oscar jelas merupakan satu prestasi besar untuk para sineas, apa pun hasil akhirnya. Nominasi ini, seperti menjadi garansi bahwa film tersebut memiliki kualitas jempolan. 

Namun nyatanya, tak begitu. Tak semua film yang masuk dalam Piala Oscar dielu-elukan kritikus dan media. Bahkan tak sedikit film yang dicela kritikus habis-habisan, namun tetap kebagian nominasi Oscar.

Piala Oscar yang dilapisi emas 24 karat (tengah) yang dalam tahap penyelesaian di tempat produksi Polich Tallix Fine Art Foundry, New York, AS (13/1). (AFP/Don Emmert)

 

Memang, nominasi yang diraih film-film yang dicap buruk ini bukanlah kategori krusial seperti Naskah Terbaik atau Sutradara Terbaik. Kebanyakan, memang masuk dalam kategori yang bersifat teknis atau kategori yang berdiri sendiri, seperti soundtrack terbaik.  

People.com, pada Selasa (21/2/2017), memuat daftar sejumlah film yang dicap buruk, namun tetap masuk nominasi Oscar. Yang menarik, salah satu film dalam daftar ini masuk sebagai nominasi dalam Piala Oscar 2017 yang akan digelar pada 26 Februari mendatang. Berikut enam film di antaranya:  

 Suicide Squad (2016)

Meskipun Suicide Squad mampu memecahkan rekor pendapatan kotor seminggu setelah dirilis, namun sejumlah pihak menganggap kualitas film superhero ini buruk.

Vanity Fair menyebut Suicide Squad “Jelek dan membosankan”. Sementara Time menyebutkan bahwa saat Suicide Squad hanya bagus saat Harley Quinn pertama muncul di layar, tapi penonton dipersilakan meninggalkan kursi masing-masing setelah adegan ini selesai. Meski demikian, film garapan David Ayer ini tetap mendapat nominasi untuk tata rias dan makeup pada Piala Oscar 2017. 

Fifty Shades of Grey (2015)

Film kontroversial yang diangkat dari novel karya E.L James ini menuai kritik yang bertubi-tubi. Rolling Stone menyebut film ini  “membosankan, melanggar kesopanan, seperti sebuah iklan erotis untuk Pottery Bam.”

T

he New York Times, menilai bahwa performa aktor utama film ini, Jamie Dornan, terlihat hambar seperti sosok yang terbuat dari kayu atau balok lego. Tetapi ulasan buruk ini tak menghentikan film ini untuk mendapat nominasi Piala Oscar tahun lalu dalam kategori OST Terbaik lewat lagu “Earned It”. 

Pearl Harbor (2001)

Menurut kritikus legendaris Roger Ebert, Pearl Harbor adalah sebuah film yang harusnya bisa jadi dua jam, namun dipanjang-panjangkan menjadi tiga jam. Film ini juga dicela karena penggunaan efek khusus yang berlebihan, juga kisah cinta yang terasa berkilau namun dangkal. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Meski begitu, juri Piala Oscar tahun 2002 masih menganggap Pearl Harbor layak menjadi nominasi untuk kategori Visual Efek Terbaik, bahkan memenangkan Oscar untuk Penyuntingan Suara Terbaik.

Halaman
Show All
Umi Septia, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan