6 Skandal J. K. Rowling dan Harry Potter yang Perlu Diketahui

Kesuksesan yang diraih J. K. Rowling bersama kisah Harry Potter si bocah penyihirnya bukan tanpa masalah dan skandal.

Diterbitkan 23 November 2016, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Warner Bros kemudian mengubah posisi mereka dan mengumumkan mereka akan membolehkan situs-situs penggemar selama tidak mengaku bahwa mereka adalah situs resmi.

Sebuah novel Harry Potter palsu beredar di Tiongkok berjudul Harry Potter and the Chinese Porcelain Doll. Novel-novel palsu lain menyusul setelahnya, yang seolah-olah memang ditulis oleh J.K. Rowling sendiri, termasuk Harry Potter and Leopard Walk Up to Dragon.

Porcelain Doll menggunakan plot dari novel The Hobbit karangan J. R. R. Tolkien. Di dalam buku itu diceritakan, Harry Potter menjadi seorang manusia kerdil, kehilangan kemampuan sihirnya, kemudian berubah menjadi naga.

J.K. Rowling, bersama kelompok pengacaranya kemudian mengajukan tuntutan, yang menghasilkan imbalan uang, dan permintaan maaf. Namun, berkopi-kopi novel itu sudah telanjur didistribusikan dan dipercaya masih beredar sampai sekarang.

Di dalam novel keempat Harry Potter, Harry Potter and The Goblet of Fire, diceritakan ada sebuah band pop bernama Weird Sisters tampil di The Yule Ball (pesta dansa yang berlangsung saat Triwizard Tournament).

Sehubungan dengan hal ini, Warner Bros kemudian mengontak band asal Kanada, the Wyrd Sisters, untuk hak menggunakan nama mereka di dalam film. Band itu kemudian menolak tawaran sebesar $50 ribu dari Warner Bros dan menuntut balik sebesar $39 juta, dan berusaha untuk memboikot film itu agar tidak diputar di Kanada.

Mereka kemudian diperintahkan oleh pengadilan untuk membayar Warner Bros sebesar $140 ribu untuk biaya persidangan. Film keempat itu akhirnya menampilkan band (tanpa nama) yang beranggotakan Jonny Greenwood dari Radiohead, dan Jarvis Cocker dari Pulp.

Enam minggu sebelum peluncuran buku keenam, Harry Potter and The Half-Blood Prince, seorang petugas keamanan bernama Aaron Lambert, yang bekerja di pusat distribusi Inggris, mencuri dua kopi novel.

Dia lalu berusaha memberikan curian dua novel tadi kepada dua tabloid terbesar di Inggris, The Sun dan The Daily Mirror. Saat sedang bernegosiasi dengan reporter dari The Sun, yang berusaha untuk menipu dan membawa kabar novel tadi, Lambert mengeluarkan pistol dan menembakkannya.

Aaron Lambert kemudian ditangkap dan keluar dengan jaminan. Tak kapok, petugas keamanan itu malah berusaha memeras penerbitan Bloomsbury lewat telepon. Lambert akhirnya dipenjara selama empat setengah tahun.

Setelah menamatkan dan menerbitkan ketujuh novel Harry Potter-nya, J.K. Rowling mengeluarkan pengumuman mengejutkan. Dalam sebuah acara bersama penerbitan Scholastic di Carnegie Hall pada tahun 2007, J.K. Rowling mengungkapkan, Albus Dumbledore, kepala sekolah Hogwarts yang dipuja banyak orang, adalah seorang penyuka sesama jenis.

Sejumlah media kemudian menuduh apa yang dilakukan J.K. Rowling itu hanyalah rekayasa publik belaka. Para penggemar juga mengungkapkan keberatan mereka melalui blog-blog penggemar.

Salah satu kolumnis surat kabar New York Times menyatakan, "J. K. Rowling, penulis novel Harry Potter, boleh saja berpikir Dumbledore adalah gay, tapi tidak ada alasan orang lain harus berpikir sama."

Pada tahun 2011, pemeran Hermione Granger, Emma Watson, melakukan wawancara dengan majalah remaja Seventeen. Dalam wawancara itu, Emma Watson membuat pengakuan: di beberapa film pertama, dia naksir berat pada Tom Felton, aktor yang memerankan Draco Malfoy--musuh Harry, Ron, dan Hermione di Hogwarts.

Pengakuan itu membuat para penggemar--yang sepertinya tak bisa memisahkan antara film dan kenyataan--syok dan terkejut. Mereka berusaha untuk mengatasi rasa horor atas pengakuan Emma Watson itu, apalagi saat harus melihat keduanya tampil bersama di premiere film terakhir Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows: part 2.

Dari pengakuan Emma Watson tersebut, lahir ribuan fan-fiction, yang menuliskan kisah cinta Hermione dan Draco Malfoy yang terlarang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Nilam Suri, Fadjriah Nurdiarsih, Desika PemitaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan