Alasan Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Tak Pakai Latar RS Gonjiam Seperti Versi Aslinya

Sineas film 402 Rumah Sakit Angker Korea sebenarnya ingin syuting di lokasi RS Gonjiam.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Remake Indonesia "402 Rumah Sakit Angker Korea" diadaptasi dari film horor Gonjiam.
  • Film ini syuting di Korea untuk mempertahankan esensi Gonjiam, meski RS aslinya sudah rata.
  • Film memadukan metode pemburu hantu Indonesia dengan elemen horor Korea, termasuk Jelangkung.

Liputan6.com, Jakarta - Kengerian dalam film horor Korea Selatan kondang Gonjiam: Haunted Asylum, kembali hadir dalam versi remake-nya yang digarap oleh sineas Indonesia. Filmnya disutradarai oleh Anggy Umbara, dengan penulis naskah Lele Laila. 

Uniknya, versi Indonesia ini pun dibuat di Korea Selatan. Dalam wawancara dengan Liputan6.com beberapa waktu lalu, Laila mengakui hal ini pun sering jadi pertanyaan orang. 

"Satu hal yang cukup menjadi diskusi dan membuat orang-orang kaget adalah, 'Loh kok remake tapi bukan di Indonesia?' Bukan di rumah sakit Cibubur atau Depok misalnya. Karena itu adalah salah satu bagian dari kita mempertahankan (film) Gonjiam-nya," tutur Laila. 

Ia menambahkan, "Bahkan sebelumnya kita pengin syuting di (rumah sakit) Gonjiam. Tapi (RS) Gonjiam-nya sudah rata dengan tanah."

Sebagai informasi, RS Gonjiam yang menjadi latar film aslinya, memang benar-benar ada, dengan nama asli Rumah Sakit Jiwa Namyang yang terletak di Gonjiam. Diwartakan Korea Times, institusi tersebut tutup karena kekurangan dana pada 1996 setelah presidennya meninggal dan tak satu pun anak-anaknya bersedia mengambil alih.

Spirit Pemburu Hantu Lokal

Laila juga menjelaskan alasan mengapa tak membuat latar cerita tetap di RS tersebut, dengan syuting di lokasi pengganti. "Kayaknya juga enggak bijak kalau kita ngebohong bahwa rumah sakitnya masih ada," kata dia. 

Laila melanjutkan, "Jadi kita mencari entitas rumah sakit yang memang mungkin tidak 100 persen benar, ada fiksinya...tapi kita memang mengambil hal-hal yang sering terjadi di Korea."

Di sisi lain, ia tetap menyertakan unsur Indonesia dalam  film ini. "Gimana sih kalau misalnya spirit para pencari hantu Indonesia mencari hantu di Korea dengan cara-cara orang Indonesia," kata dia. Salah satunya bocoran yang disampaikan, adalah dengan kemunculan Jelangkung dengan mantra Korea.

Tentang 402 Rumah Sakit Angker Korea

Film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea berkisah tentang tim kreator konten beranggotakan lima orang yang datang ke Korea untuk melakukan penelusuran di rumah sakit yang telah lama tak beroperasi. Mereka adalah Juna (Arbani Yasiz), Adit (Saputra Kori), Bara (Elang El Gibran), Arum (Diandra Agatha), dan Yuri (Lea Ciarachel).  

Di Korea, mereka bertemu mahasiswa asal Indonesia, Tyas (Aylena Fusil), dan orang yang juga mendalami kisah-kisah horor, Daeho (Jang Hansol).

Tayang di BIFAN 2026

Tujuan mereka datang ke rumah sakit ini, melakukan live streaming hingga tembus tiga juta penonton, demi meraih cuan. Hanya saja, sejumlah kejadian mengerikan mulai menghantui mereka. 

Sebelum tayang di Indonesia, 402 Rumah Sakit Angker Korea akan diputar dalam Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN). Ini adalah festival film genre terbesar di Korea Selatan sekaligus di Asia, dengan fokus pada horor, sci-fi, fantasi, dan thriller. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Alexa Ciamis Raih Golden Ticket Dangdut Academy 8 dan Standing Ovation Juri

Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan