
Masyarakat dapat menyaksikan pergelaran “Kesaksian Rendra” (7 Tahun Mengenang Seniman Besar Indonesia) ini secara gratis. Namun Iwan Burnani menghimbau agar penonton dapat membawa setangkai bunga sebagai bentuk penghormatan dan cinta terhadap alhmarhum WS. Rendra. "Bunga tersebut akan kita letakkan di atas kain putih melingkar seputar panggung. Menjadi instalasi seni, dan menjadi bagian dari estetika pergelaran ini," jelar Iwan.
WS. Rendra lahir di Solo, 7 November 1935, dan meninggal di Depok, 6 Agustus 2009. Proses kreatifnya dimulai dari kecenderungannya menulis puisi, berlanjut ke seni teater, terus melebarkan perhatiannya kepada masalah sosial, politik, lingkungan hidup, dan kebudayaan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1096233/original/082658600_1451365407-rendra_alazizfasa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1415679/original/009997000_1479973039-WS_Rendra.jpg)