Ini Alasan Sinetron Super Puber Layak Ditonton Remaja

Meski tak dibintangi nama-nama populer di daftar pemainnya, Super Puber cukup berhasil membetot perhatian.

Diterbitkan 19 Juli 2016, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meski tak mendapat porsi berlebih, di Super Puber juga ada kisah cinta monyet diantara beberapa karakternya. Selain Dania yang diperebutkan Joned dan Bondan (Kefan Steward), kisah manis Zahra (Aisyah Aqilah) yang ditaksir Dito (Ari Irham), Fahri (Naufan Raid Azka), dan Papang (Adam Farrel) juga cukup menyita perhatian penonton.

 

 

Namun, sebenarnya kisah cinta monyet tersebut bukanlah fokus cerita. Bisa dibilang hanya sekedar bumbu atau konflik dan ini hal yang biasa terjadi pada remaja. Cerita utama Super Puber justru lebih menekankan pada persahabatan para tokohnya.

Ada kisah Tole (Dimas Gabra) yang harus mencari uang karena kesulitan membayar SPP sekolah. Sempat diam-diam, namun teman-temannya akhirnya ikut membantu dengan tampil lewat band mereka. Ada juga kisah Dito yang menjadi Disk Jockey atau DJ, bukan karena suka dunia malam tapi karena ia cinta musik. Meski menggeluti dunia musik yang dipandang negatif teman-temannya, Dito tetap menjalankan ibadah sholat dengan rajin.

Beberapa karakter mungkin dibuat 'ngegeng', namun itu pun masih dalam taraf wajar. Dalam keseharian, hal seperti itu toh memang biasa terjadi di kalangan remaja. Apalagi di Super Puber, kelompok atau geng ini banyak menampilkan kegiatan-kegiatan yang positif.

Pemain Super Puber

Jika melihat fakta-fakta diatas, bisa disimpulkan Super Puber ternyata tidaklah seburuk tuduhan-tuduhan netizen. Banyak pelajaran yang bisa didapat dari sinetron ini, terutama yang positif. Maka, sudah selayaknya para remaja diperkenankan untuk terus menyaksikan Super Puber sekaligus menikmati masa remaja mereka lewat tayangan ini. Bukan begitu?

Sinetron Super Puber bisa terus disaksikan setiap hari mulai pukul 17.00 WIB, hanya di SCTV 'Selalu Teristimewa'.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Puji Astuti HPS, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan