6 Film Ini Lebih Bagus dari Buku Aslinya

Pada kebanyakan kasus, sulit bagi versi film melampaui kerumitan dan imajinasi luas yang ada pada suatu buku.

Diterbitkan 02 Juni 2016, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Sutradara: Peter JacksonPenulis skenario: Peter Jackson, Barrie M. Osborne, Fran Walsh, dan Tim SandersDari buku: The Lord of the Rings (1954-1955) oleh J.R.R. TolkienAdaptasi trilogi Lord of the Rings oleh Peter Jackson bisa dibilang sebagai adaptasi terbaik sepanjang masa. Filmnya jauh melampaui novel Tolkien, yang memang sangat deskriptif. Dan walaupun penggemar berat novel ini akan tetap menemukan beberapa hal untuk diprotes, para penulis skenario sangatlah penuh pertimbangan dalam memutuskan apa yang mau mereka tampilkan atau tidak di dalam filmnya. Itulah salah satu penyebab kenapa film ini sangat sukses.

Tak hanya disukai oleh penonton, trilogi terakhir seri ini, The Returns of the King meraih banyak penghargaan, termasuk 11 piala Oscar. Menjadikannya sebagai film dengan peraihan Oscar terbanyak sepanjang masa, dan satu-satunya film fantasi yang pernah memenangkan kategori Film Terbaik.

The Notebook

4. The Notebook (2004)

 

Sutradara: Nick CassavetesPenulis skenario: Jeremy LevenDari buku: The Notebook (1996) oleh Nicholas SparksSemua novel Nicholas Sparks bisa dikatakan kurang lebih sama. Novel-novelnya, walaupun laris, tapi akan sulit disukai oleh orang yang tidak menyukai kisah romansa, drama tragis, dengan moral yang tinggi.

Tapi di layar perak, The Notebook berhasil menarik perhatian penonton jauh melampaui target pembaca novelnya. Penyebab utama film ini jadi sangat menarik terletak pada pemeran utamanya, Rachel McAdams dan Ryan Gosling, yang chemistry di antara keduanya terpercik panas dan nyata.

The Devil Wears Prada

5. The Devil Wears Prada (2006)

 

Sutradara: David FrankelPenulis skenario: Aline Brosh McKennaDari buku: The Devil Wears Prada (2003) oleh Lauren WeisbergerCukup dua kata untuk menjelaskan kenapa versi film lebih baik dari buku: Meryl Streep. Penampilan ikoniknya sebagai pemimpin redaksi majalah wanita populer, Miranda Priestly, adalah penyebab utama yang menjadikan film ini luar biasa.

Walaupun harus diakui, skenario yang ditulis dengan baik menambahkan kedalaman dan kompleksitas pada karakter yang diperankan Streep - sesuatu yang tidak ada di novelnya. Inilah yang membuat sosok kejam Miranda Priestly tetap disukai penonton.

Fifty Shades of Grey

6. Fifty Shades of Grey (2015)

 

Sutradara: Sam Taylor-JohnsonPenulis skenario: Kelly MarcelDari buku: Fifty Shades of Grey (2011) oleh E.L. James.Buku erotika ini memang bisa dibilang mencatat sejarah, karena berhasil mendobrak norma yang ada, dan menjadikan seks sebagai bacaan populer bagi wanita. Tapi bagi para pembaca serius, buku yang aslinya adalah fanfic (cerita baru yang dibuat oleh para penggemar menggunakan tokoh fiksi yang mereka sukai) dari novel Twilight ini sering dianggap sebagai novel picisan. Walaupun filmnya tidak akan memenangkan Oscar, namun Sam Taylor-Johnson berhasil membuat hubungan disfungsional antara Anastasia Steel dan Christian Grey jadi lebih seksi sekaligus kompleks. Disutradarai oleh perempuan juga berhasil membuat filmnya mampu mengalihkan fokus dari Christian Grey yang terlalu diekspos--sehingga jadi membosankan--di dalam novel.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Nilam Suri, Desika PemitaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan