13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi, Panasnya Konflik Libya

Film 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi menggambarkan konflik besar di Libya.

Diterbitkan 31 Maret 2016, 06:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Setelah tiba di sana, ketegangan menyelimuti pasukan elit ini saat mereka mempertahankan diri dari serbuan para teroris. Keadaan semakin sulit dan mencekam tatkala pasukan sekutu dari Libya ternyata tak sepenuhnya bisa mendukung mereka.

Melihat awal film ini rasanya kita melihat nuansa laga berbalut spionase ala Mission Impossible dan film sejenisnya. Namun, beberapa adegan dan dialog masih terasa sangat ringan, hingga menimbulkan kesan klise dari penggambaran para pasukan elit ini.

13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi. (collider.com / Paramount)

Adegan kejar-kejaran dan baku tembak yang disajikan, memang terasa nanggung. Namun setidaknya, Michael Bay bisa mengurangi kadar ledakan dahsyat yang diaplikasikan ke layar lebar. Sehingga, kesan Transformers yang sudah melekat pada dirinya tak terlalu kentara lagi.

Namun tetap saja Bay tetap tak bisa jauh dari hal itu. Beberapa ketegangan yang melibatkan tokoh dalam film ini, harus diakui tak bisa lepas dari ledakan bazooka, granat, hingga mortir.

13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi. (comingsoon.net / Paramount)

Baku tembak yang melibatkan pemain figuran terkesan sederhana, tapi tampak kontras ketika para pemain utamanya yang terlibat. Mereka digambarkan terlampau heroik dan seolah menjadi prajurit yang sangat sakti.

Bagi yang tak sengaja atau pernah niat membaca buku 13 Hours, tentu sudah tak asing lagi dengan alurnya. Tragedi yang menjadi klimaks cerita, disulap menjadi drama yang menyesakkan hati. Namun, momen tersebut terasa cukup hambar meskipun pada akhirnya kehidupan dan foto asli para tokoh dimuat di bagian akhir film.

13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi. (vancitybuzz.com / Paramount)

Untuk ukuran sebuah film perang yang penuh ketegangan, 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi boleh dibilang sangat sesuai bagi penonton yang baru menjajal film berjenis serupa. Akan tetapi bagi yang telah kenyang dengan film-film perang macam Saving Private Ryan, Fury, Black Hawk Down, dan sebagainya, film ini bisa dinilai biasa saja. 

Dari penggambaran di atas, jelas 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi merupakan film dengan penilaian subyektif di mata penonton. Bagi yang menyukai tragedi di tengah konflik politik dan perang era modern, tentu tak akan melewatkan film satu ini.

13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi memang tidak membawa aktor maupun aktris papan atas Hollywood. Namun akting mereka tetap harus mendapat kredit tersendiri. Alhasil, film ini masih bisa mendapat tempat di hati beberapa pecinta film perang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan