Norak Hingga Gagah, Simak Evolusi Kostum Batman dari Tahun 40-an

Bagaimana perubahan kostum Batman sejak tahun 1940-an sampai sekarang?

Diterbitkan 19 Maret 2016, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Tahun 1989-1992: Batman dan Batman Returns

Tahun 1989-1992: Batman dan Batman Returns

Ini adalah tahun kelahiran Batman yang lebih kelam di dunia sinema. Dibidani Tim Burton, sutradara yang dikenal dengan ciri khas filmnya yang gelap dan nyleneh, film Batman hadir pada 1989.

Bila sebelumnya kostum Batman masih mengenakan setelan warna abu-abu, batsuit yang ada dalam film ini hitam polos. Hanya lambang Batman di dada dan sabuk kostum ini yang berwarna kuning, sehingga terlihat mencolok.

Pakaian yang digunakan pun tidak lagi sekadar spandeks, tetapi ditambah dengan setelan berbahan keras yang memberikan kesan bahwa orang yang memakainya memiliki otot kekar. Penonjolan otot perut dan dada ini makin terlihat pada Batman Returns, sekuel film ini yang rilis tahun 1992.

Kostum Batman dalam film tahun 1992, Batman Returns (Business Insider)

Satu hal yang perlu diingat, bagian topeng Batman menjadi satu dengan bagian badannya. Michael Keaton yang berperan sebagai Batman tak bisa menoleh secara normal saat mengenakan kostum ini. Alhasil, ia harus memutar seluruh badannya bila ingin melihat ke arah lain. Ini membuat gerak gerik Batman sejak film ini begitu khas, dramatis dan sedikit bernuansa komikal.

 

Tahun 1995 - 1997: Batman Forever dan Batman & Robin

Tahun 1995-1997: Batman Forever dan Batman & Robin

Kali ini aktor Val Kilmer yang mengenakan batsuit. Seragam yang ia kenakan ada dua. Yang pertama adalah Panther suit, berwarna hitam dengan logo Batman kuning di bagian dada. Batsuit ini mengundang kontroversi karena tak sedikit penggemar Batman yang menganggap kostum ini norak. Pasalnya, bagian dada dan abdomen seragam ini didesain mirip dengan tubuh pria berotot, lengkap dengan (maaf) puting.

Seragam kedua yang digunakan oleh Val Kilmer adalah Sonar suit, yang berwarna gelap cenderung metalik. Tak ada logo Batman berwarna kuning dalam kostum ini, sebagai gantinya siluet kelelawar membentang di bagian dada Sonar suit.

Batsuit yang dikenakan George Clooney (The Verge)
Tahun 1997, dirilis Batman & Robin. Film ini masih dikomandani sutradara yang sama dengan Batman Forever, yakni Joel Schumacher. Namun pemeran Batman digantikan oleh George Clooney. Kostum Batman kontroversial ini pun masih digunakan dalam film ini. Hanya saja, tak ada lagi logo Batman berwarna kuning di bagian dada, digantikan emblem yang berwarna hitam.

Arctic suit dalam  Batman & Robin  (IMDb)

Selain kostum ini, film ini juga menampilkan satu kostum baru, yakni Arctic suit. Seragam ini dihiasi sejumlah detail berwarna silver di bagian tangan, dada, hingga kaki. Lagi-lagi kostum ini dicerca penggemar karena dianggap lebih mirip mainan anak-anak.

Tahun 2005-2012: Batman Begins, The Dark Knight, The Dark Knight Rises


Tahun 2005-2012: Batman Begins, The Dark Knight, dan The Dark Knight Rises

Christopher Nolan hadir membawa Batman yang lebih gelap dari yang sudah-sudah. Dalam film pertama trilogi ini, Christian Bale mengenakan seragam hitam polos. Tidak tampak pahatan otot yang berlebihan di bagian abdomen kostum ini, sementara sabuk yang memuat perlengkapan Batman dibuat tidak terlalu mengkilat seperti film sebelumnya.

Kostum Batman dalam The Dark Knight (IMDb)

Di film kedua, The Dark Knight, terdapat perubahan yang revolusioner dalam batsuit, namun tetap tidak terlalu terlihat mencolok. Berbeda dengan film-film sebelumnya yang menyatukan bagian topeng dengan bagian pundak sehingga Batman tak leluasa bergerak, dalam The Dark Knight, topeng ini dikenakan terpisah. Alhasil Christian Bale tak canggung lagi saat menoleh kanan-kiri.

Sementara itu bagian logo di dada tampak lebih kecil dari film sebelumnya, dan mirip dengan logo Batman yang ada di poster film. Kostum dalam film kedua ini digunakan kembali di film ketiga, The Dark Knight Rises.

2016: Batman v Superman

2016: Batman v Superman

Sejak syuting Batman v Superman, kemunculan sekilas kostum Batman dalam film ini selalu mengundang penasaran penggemar. Hingga akhirnya, muncul trailer yang memperlihatkan batsuit yang dikenakan oleh Ben Affleck, yang memiliki sejumlah ciri khasnya sendiri.

Pertama, bagian telinga kostum di Batman v Superman tidak seruncing film-film sebelumnya. Berbeda dengan logo kelelawar dalam film Christopher Nolan yang bersayap langsing, logo Batman dalam film garapan Zack Snyder ini memiliki sayap yang tebal.

Batman dan Superman di Batman V Superman: Dawn of Justice.

Yang paling ditunggu dalam film ini, tentunya duel Superman dengan Batman. Dalam pertemuan dengan Superman, zirah yang menutup tubuh Batman juga tampak begitu tebal, sehingga superhero ini terlihat begitu besar di layar. Matanya pun dapat mengeluarkan sinar.

Tak sabar melihat langsung aksi Batman dalam balutan kostum baru ini? Batman v Superman akan mulai tayang pada 25 Maret 2016.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan